Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menghadirkan sejumlah pakar pendidikan nasional dan internasional dalam kegiatan School Quality Improvement (SQI) 2026 untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, khususnya kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman tersebut berlangsung di Hall IKK Parik Malintang, Sabtu (17/10/2026), dan diikuti 200 guru mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tingkat SMP se-Kabupaten Padang Pariaman.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM), pengembangan potensi anak, pemanfaatan teknologi, serta strategi menciptakan proses belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Sejumlah narasumber yang dihadirkan antara lain Prof. Elfindri dari Universitas Andalas, Kimble Nichols, pakar pendidikan dan pedagogi asal Australia, Sabrina Amira yang memiliki sertifikat Harvard di bidang perkembangan anak, M. Ihsan, MBA dari Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Dr. Dessy Aliandrina, spesialis senior UNESCO dan praktisi sosiopreneurship Indonesia, yang dijadwalkan mengikuti sesi secara virtual dari Beijing.
Dalam arahannya, Bupati Padang Pariaman menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada bangunan sekolah, kelengkapan fasilitas, atau nilai akademik siswa. Sekolah berkualitas, menurutnya, juga membutuhkan kepemimpinan yang kuat, guru kompeten, pembelajaran efektif, lingkungan yang aman dan inklusif, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan kesempatan belajar agar kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh lokasi tempat tinggal maupun sekolah seorang anak.
“Jangan sampai kualitas pendidikan seorang anak ditentukan semata-mata oleh tempat ia dilahirkan atau lokasi sekolah tempat ia belajar. Kita ingin setiap anak di Kabupaten Padang Pariaman memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Menurut Bupati, tantangan pendidikan saat ini menuntut perubahan dari pola pembelajaran konvensional menuju proses belajar yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pembentukan karakter.
Pendekatan STEAM menjadi salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari melalui eksplorasi, percobaan, kreativitas, dan pemecahan masalah. Meski demikian, teknologi tetap ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan pengganti peran guru dalam membimbing dan membentuk karakter peserta didik.
Bupati juga menyampaikan tiga arahan utama dalam kegiatan tersebut. Pertama, menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman dan mendukung perkembangan potensi setiap anak. Kedua, mengubah pembelajaran menjadi pengalaman yang bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ketiga, memastikan pelatihan menghasilkan perubahan nyata melalui penerapan metode pembelajaran baru dan berbagi praktik baik antarguru.
Ia mengingatkan, keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari pelaksanaan diskusi, penerbitan sertifikat, maupun dokumentasi, tetapi harus terlihat dari penerapan di sekolah serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen mendorong peningkatan mutu pendidikan. Namun, komitmen itu harus diterjemahkan menjadi kerja nyata oleh seluruh pemangku kepentingan, terutama kepala sekolah dan guru,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman menjelaskan bahwa SQI 2026 merupakan bagian dari program percepatan peningkatan mutu pendidikan daerah yang berfokus pada penguatan kompetensi tenaga pendidik dan kualitas proses pembelajaran.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 17–18 Oktober 2026. Pada hari pertama, peserta menerima materi tentang percepatan mutu pendidikan, pengembangan sekolah berkualitas, pembelajaran STEM, perkembangan motorik dan perilaku anak, serta pengenalan teknologi untuk anak.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan penerapan pembelajaran STEM, strategi menciptakan kelas yang menyenangkan, pengembangan keterampilan anak, diskusi kelompok, lokakarya, presentasi, dan penyusunan langkah tindak lanjut.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Padang Pariaman berharap para guru dapat menerapkan pendekatan pembelajaran inovatif sesuai kondisi sekolah masing-masing. Upaya tersebut diharapkan memperkuat budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan sekaligus memperluas pemerataan kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.*

0 Komentar