PASAMAN BARAT, kiprahkita.com –Dojo Pasaman Baru berhasil menunjukkan prestasi membanggakan bagi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Pasaman Barat dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Shorinji Kempo se-Sumatera Barat yang berlangsung di GOR H. Agus Salim, Kota Padang pada Sabtu–Minggu (27–28/12/2025). TopSumbar.co.id
Tumbuhnya Semangat Prestasi di Tengah Tantangan: Makna Emas Dojo Pasaman Baru bagi Perkemi Pasaman Barat
Prestasi olahraga seringkali menjadi cermin budaya dan pembinaan masyarakat suatu daerah. Keberhasilan Dojo Pasaman Baru menyumbangkan medali emas pada Kejurda Shorinji Kempo antar dojo se-Sumatera Barat bukan sekadar angka keberhasilan dalam lomba, tetapi juga simbol kuatnya kerja keras, disiplin, dan pembinaan berjenjang yang selama ini sering kali dipandang sebelah mata bagi cabang olahraga non-mainstream di daerah kita.
Di tengah derasnya dominasi olahraga populer dengan fasilitas melimpah serta dukungan korporasi, pencapaian atlet-atlet Shorinji Kempo dari Pasaman Barat menunjukkan realita penting: prestasi besar bisa lahir dari dukungan komunitas lokal yang konsisten dan tekad pelatih serta atlet tanpa tergantung pada spotlight besar. Dojo Pasaman Baru, yang mampu meraih satu medali emas dan lima perunggu pada hari pertama kejuaraan tersebut, merupakan bukti bahwa transformasi kualitas tidak selalu berangkat dari fasilitas super mewah, melainkan dari keteguhan pembinaan berkelanjutan dan komitmen terhadap proses latihan yang disiplin.
Lebih jauh lagi, keberhasilan ini menjadi refleksi penting tentang bagaimana olahraga budaya tradisional, seperti beladiri Shorinji Kempo, mampu menguatkan karakter generasi muda. Kompleksitas hidup di era modern menuntut anak-anak muda kita tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, etika disiplin, dan rasa saling menghormati — semua nilai yang ditanamkan melalui latihan beladiri. Emas yang diraih bukan sekadar prestasi di podium, tetapi cerminan tumbuhnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan sosial dan personal dengan tegar serta bijak.
Namun demikian, pencapaian ini perlu dipandang juga sebagai alarm agar pembinaan prestasi di tingkat daerah tidak berhenti pada satu event. Meski Dojo Pasaman Baru menunjukkan kualitasnya, momentum seperti ini harus dijadikan dasar bagi stakeholders olahraga di Pasaman Barat untuk terus menguatkan dukungan fasilitas, pelatihan, dan eksposur kompetitif bagi atlet lainnya. Tanpa upaya yang berkelanjutan, prestasi perlahan akan kembali pada titik stagnasi yang selama ini terlalu sering terjadi di cabang olahraga yang minim perhatian.
Keberhasilan ini bukan hanya milik Dojo Pasaman Baru atau Perkemi Pasaman Barat semata. Ia adalah cerminan potensi besar daerah yang selama ini tertutup oleh narasi tentang keterbatasan fasilitas atau perhatian publik. Emas tersebut seharusnya menjadi motivasi kolektif di Pasaman Barat — untuk terus mendukung dunia olahraga sebagai lahan pembentukan karakter, ruang kompetisi sehat, dan jalur pembuktian bahwa atlet-atlet daerah mampu bersaing bahkan dengan kontingen dari kota atau kabupaten yang jauh lebih besar dan sarat sumber daya.
Atlet dari Dojo Pasaman Baru meraih 1 medali emas dan 5 medali perunggu pada hari pertama Kejurda, hasil latihan dan pembinaan berjenjang yang intensif. Prestasi ini menempatkan Dojo Pasaman Baru sebagai salah satu kontingen yang mampu bersaing kuat dengan tim dari kabupaten dan kota lain di Sumbar.
Ketua Dojo Pasaman Baru, Muhammad Kenshy Pasadana, SH, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari dedikasi para atlet dan pembinaan yang konsisten. Ia berharap prestasi ini bisa menjadi modal penting untuk menambah perolehan medali pada hari kedua pertandingan.
Di bawah komando Ketua Perkemi Pasaman Barat, IPTU Zulfikar, dengan pelatih Senpai Salmi, Dojo Pasaman Baru bertekad terus meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama Pasaman Barat di ajang olahraga tingkat provinsi bahkan nasional. (TopSumbar.co.id)*

0 Komentar