TANAH DATAR, kiprahkita.com –Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tanah Datar belum lama ini telah menggoreskan luka sosial dan ekonomi yang mendalam bagi masyarakat setempat. Di tengah upaya pemerintah daerah yang terus berjalan dalam fase pemulihan dan rekonstruksi, hadirnya bantuan dari kelompok masyarakat sipil seperti Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) Jabodetabek dan Asosiasi Pedagang Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) menunjukkan betapa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan penting dalam menghadapi krisis kemanusiaan.
Secara simbolis, penyerahan bantuan yang dilakukan pada 2 Januari 2026 di Gedung Indojolito Batusangkar memperlihatkan hubungan sinergis antara perantau, komunitas usaha, dan masyarakat daerah yang terdampak. IKLB Jabodetabek menyumbangkan perlengkapan rumah tangga senilai lebih dari Rp103 juta, sementara AP3MI menyerahkan donasi sekitar Rp72 juta dalam bentuk peralatan rumah tangga — kontribusi yang bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan dasar kehidupan pascabencana.
Apa yang membuat aksi ini substansial bukan semata besaran nominal bantuan, melainkan makna solidaritas lintas geografis dan sosial. IKLB, yang merupakan komunitas perantau dari Tanah Datar di wilayah Jabodetabek, memperlihatkan bahwa keterikatan emosional dan tanggung jawab sosial tidak hilang meskipun anggota komunitasnya berada jauh dari kampung halaman. Sementara AP3MI, sebagai organisasi profesi pedagang dan pemasok, melangkah ke ranah aksi sosial di luar lingkup kegiatan ekonominya. Kedua aktor ini menunjukkan bahwa ruang sosial sipil dapat menjadi katalisator penting dalam tanggap bencana di luar kapasitas formal pemerintah.
Respons pemerintah daerah, yang diwakili oleh Bupati Eka Putra, mencerminkan apresiasi yang layak terhadap kontribusi semacam itu. Ucapan terima kasih yang dilontarkan bukan semata ritual administratif, tetapi sebuah pengakuan terhadap peran aktor nonnegara yang memperkuat jaringan bantuan dalam konteks desentralisasi respons bencana. Pemda Tanah Datar sendiri tidak asing dengan berbagai bentuk bantuan — baik dari DPR RI, institusi pendidikan, maupun organisasi lain — yang sebelumnya juga telah membuka ruang partisipasi sipil dalam mitigasi dan pemulihan pascabencana.
Namun, esai ini juga harus mencatat tantangan struktural yang mendasari problem sosial akibat bencana. Bantuan seperti ini tetap merupakan respons terhadap dampak, bukan solusi terhadap akar permasalahan seperti ketahanan infrastruktur, tata ruang yang rentan bencana, dan kesiapsiagaan masyarakat. Intervensi bantuan konsumtif seperti peralatan rumah tangga akan selalu dibutuhkan pada fase awal, tetapi tanpa perbaikan menyeluruh pada sistem mitigasi dan infrastruktur, daerah seperti Tanah Datar akan terus menghadapi siklus bencana yang serupa. Solidaritas sosial harus diikuti dengan advokasi kebijakan yang kuat agar pemulihan bersifat bukan hanya jangka pendek tetapi transformatif.
Kiprah IKLB Jabodetabek dan AP3MI menegaskan bahwa kekuatan kolektif masyarakat masih sangat relevan sebagai penguat sistem penanggulangan bencana. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana momentum bantuan ini dijadikan kesempatan untuk menegaskan kembali komitmen struktural pemerintah dan komunitas dalam membangun ketahanan sosial-ekologis yang berkelanjutan, sehingga bencana tidak hanya dipadati bantuan, tetapi mitigasi dan adaptasi yang progresif.
Ikatan Keluarga Lintau Buo IX Koto (IKLB) Jabodetabek bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) menyalurkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Tanah Datar yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor sebulan lalu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Jumat (2/1/2026) di Gedung Indojolito, Batusangkar.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kedua organisasi tersebut atas solidaritas dan dukungan kemanusiaan mereka. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam meringankan beban masyarakat yang masih berjuang pulih pascabanjir dan longsor.
“Atas nama seluruh masyarakat Tanah Datar, terutama yang terdampak bencana, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami yang tengah menghadapi masa sulit pascabanjir.” ujar Bupati Eka Putra.
Bantuan yang disalurkan oleh IKLB Jabodetabek berasal dari sumbangan anggota dan berjumlah Rp103.250.000, berupa perlengkapan rumah tangga serta kebutuhan lainnya. Sementara itu, AP3MI memberikan bantuan senilai Rp72.000.000 dalam bentuk peralatan rumah tangga untuk membantu kebutuhan sehari-hari para korban.
![]() |
Ketua IKLB IX Koto Jabodetabek, Reza Pahlavi Dt. Rajo Lelo Angso, berharap agar bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak dan menjadi semangat baru bagi mereka untuk bangkit kembali. Sekjen AP3MI, Uswati Leman Sudi, menambahkan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian anggota AP3MI terhadap sesama di tengah kondisi sulit yang dihadapi di Tanah Datar. Kabarsumbar.com
Dalam kesempatan itu, Bupati Eka Putra juga mendoakan agar semua pihak yang terlibat mendapat keberkahan dan kesehatan, serta berharap bantuan-bantuan seperti ini terus mengalir untuk membantu proses pemulihan masyarakat.SB*


0 Komentar