PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Di Aula Zainuddin Labay Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Minggu, 8/3/2026, sebuah ruangan yang hangat lagi teduh, semua duduk bersila di atas karpet permadani berwarna hijau. Undangan Relasi, Bapak-Bapak, Anak-Anak, Ibu-Ibu, baik Para Guru, dan Karyawan/ti dari semua jenjang pendidikan menunggu waktu berbuka dengan tenang usai mendengarkan tausiyah dari Ustadz Yendri Junaidi, Lc, MA,
Tausiyah beliau tentang, kesempatan di bulan Ramadan untuk perbanyak nilai ibadah jangan sampai teralihkan, jangan sibuk dengan target-target hafalan, tilawah, berapa banyak sujud rakaat, tapi fokuslah, sudah berapa berubahnya kita selama Ramdan ini.
Di belakang beliau terpampang layar bertuliskan “Ifthaar Jamaa’i – Keluarga Besar Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.” Sebuah pemandangan yang tampak memukau dan menyimpan makna sosial dan spiritual yang dalam.
![]() |
Ramadhan selalu memiliki cara unik untuk mempertemukan semua dalam suasana yang lebih jujur dan hangat. Dalam keseharian, semua terpisah oleh kesibukan, pekerjaan, dan rutinitas di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang ini. Namun ketika bulan puasa tiba, sekat-sekat itu melebur. Orang duduk sejajar di atas tikar yang sama, menunggu azan magrib dengan harapan yang sama: keberkahan.
Buka puasa bersama atau ifthaar jama’i sebetulnya bukan sekadar aktivitas makan setelah menahan lapar. Ia adalah kebersamaan. Dalam tradisi Islam, makan bersama memiliki makna sosial yang kuat. Ia mengajarkan kesederhanaan, kesetaraan, dan rasa syukur. Tidak ada perbedaan status sosial di hadapan hidangan berbuka. Semua orang merasakan lapar yang sama, dan semua orang bersyukur atas nikmat yang sama ini.
Suasana tampak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembinaan karakter. Perguruan Diniyyah Puteri tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga membangun nilai kebersamaan, spiritualitas, dan empati sosial.
Anak-anak yang duduk di antara orang dewasa belajar sesuatu yang lebih besar daripada sekadar menunggu makanan. Mereka belajar tentang kebersamaan. Mereka menyaksikan bagaimana orang-orang saling menyapa, berbagi cerita, dan duduk dalam keheningan penuh makna menjelang azan magrib.
Di tengah dunia yang semakin individualistis, kegiatan seperti ini justru menjadi sangat penting. Ia mengingatkan manusia bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam hal-hal yang sederhana: duduk bersama, menunggu waktu berbuka, dan berbagi makanan.
Keluarga besar Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang menggelar kegiatan Ifthaar Jamaa’i atau buka puasa bersama ini sebagai salah satu agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan sebagai ajang mempererat silaturahmi di lingkungan perguruan tersebut.
Acara juga diikuti oleh pimpinan perguruan, guru, karyawan, santri serta keluarga besar internal Diniyyah Puteri. Suasana kebersamaan terasa hangat, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady mengatakan kegiatan buka bersama ini merupakan tradisi tahunan yang terus dipertahankan oleh perguruan. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan di antara seluruh elemen yang ada di lingkungan Diniyyah Puteri.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar makan bersama saat berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang mempererat ikatan silaturahmi antar sesama. Dengan kebersamaan tersebut diharapkan terbangun rasa saling peduli dan kekompakan dalam menjalankan berbagai aktivitas pendidikan di perguruan.
Selain memperkuat hubungan internal, perguruan juga memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk berbagi kepada masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Agenda Sebelumnya:
Mengukir Jejak Hafalan dan Harapan: Perpisahan dan Wisuda Tahfizh Santri Kelas XII MAS KMI Diniyyah Puteri Angkatan “El Hanoufa”
Suasana haru dan kebanggaan juga menyelimuti Aula Zainuddin Labay El Yunusy ketika MAS KMI Diniyyah Puteri menggelar acara Perpisahan dan Wisuda Tahfizh bagi santri kelas XII angkatan ke-89 yang diberi nama “El Hanoufa”, Sabtu (7/3/2026) . Acara tersebut menjadi momentum penting yang menandai berakhirnya perjalanan pendidikan para santri selama tiga tahun di madrasah sekaligus membuka lembaran baru menuju masa depan.
Sebanyak 72 santri kelas XII mengikuti prosesi tersebut dengan penuh khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua dan wali santri, majelis guru, santri kelas X dan XI, serta jajaran pimpinan di lingkungan Diniyyah Puteri. Turut hadir Wakil Ketua Yayasan Rahmah El Yunusiyyah Fauzi Fauzan El Muhammady, Pimpinan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan El Muhammady, serta Kepala Departemen Pendidikan Faizah Fauzan El Muhammady.
Perwakilan orang tua santri, Dr. Ir. Heri Prabowo, ST., MT., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas pendidikan yang diterima para santri di Diniyyah Puteri. Ia membagikan kisah inspiratif tentang putrinya yang merupakan alumni Diniyyah Puteri dan kini melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo.
Menurutnya, keberhasilan sang putri menembus seleksi beasiswa BAZNAS untuk Timur Tengah, bahkan berada di peringkat 40 dari lebih dua ribu peserta, merupakan bukti nyata kualitas pendidikan yang diberikan oleh Diniyyah Puteri.
“Alhamdulillah, kami merasakan betul bagaimana didikan di Diniyyah Puteri tidak hanya menekankan akademik, tetapi juga akhlak, pemahaman agama, serta keterampilan,” ujarnya.
Ia juga menceritakan bahwa selama berkuliah di Al-Azhar, putrinya aktif dalam berbagai kegiatan kampus hingga dipercaya menjadi ketua penyelenggara acara mahasiswa lintas negara. Menurutnya, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari pembinaan soft skill yang diperoleh selama enam tahun menempuh pendidikan di Diniyyah Puteri.
Sementara itu, perwakilan santri kelas XII, Ufairah Nabilah, menyampaikan pesan perpisahan yang penuh kehangatan. Ia mewakili seluruh santri angkatan “El Hanoufa” untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para guru dan pihak sekolah yang telah membimbing mereka selama ini.
Baginya, berbagai kenangan selama menempuh pendidikan di Diniyyah Puteri akan menjadi bekal berharga dalam melangkah ke masa depan.
“Semoga semua kenangan yang telah kita buat di Diniyyah Puteri selalu menjadi penyemangat dalam langkah kita ke depan. Sampai bertemu kembali nanti dalam kisah sukses kita masing-masing,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Madrasah MAS KMI Diniyyah Puteri, Umi Yusmaneli, memaparkan perkembangan para santri selama menjalani pendidikan di madrasah tersebut serta rencana studi mereka setelah lulus.
Ia menjelaskan bahwa para santri kelas XII memiliki beragam tujuan studi, baik di dalam maupun luar negeri. Sebanyak 11 santri direncanakan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo. Sementara itu, delapan santri lainnya akan melanjutkan studi ke berbagai negara seperti Malaysia dan Jepang.
Adapun santri lainnya memilih melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antaranya IPB, ITB, ITS, UNAIR, UNPAD, UMM, serta sejumlah perguruan tinggi Islam negeri melalui jalur seleksi seperti SNBP, SPAN-PTKIN, maupun jalur prestasi.
Pimpinan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, dalam sambutannya mengingatkan para santri agar tetap menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari selama menjadi santri, di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.
Ia menekankan pentingnya menjaga syariat, sikap, dan pergaulan, termasuk dalam penggunaan media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.
“Ketika nanti melanjutkan studi di mana pun, jangan pernah meninggalkan syariat yang telah dipelajari di sini. Jaga sikap, jaga pergaulan, bahkan hingga apa yang kalian tampilkan di media sosial,” pesannya.
Acara semakin menyentuh ketika diputar video bertajuk My Big Dream, yang menampilkan cita-cita serta gambaran masa depan para santri dalam 20 hingga 25 tahun mendatang. Tayangan tersebut menggambarkan berbagai harapan dan impian besar yang ingin diwujudkan oleh para santri setelah menyelesaikan pendidikan mereka.
Puncak acara ditandai dengan prosesi Wisuda Tahfizh. Para santri dipanggil satu per satu ke atas panggung untuk menerima syahadah tahfizh sebagai tanda pengakuan atas hafalan Al-Qur’an yang telah mereka capai.
Pada tahun ini, dua santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, yaitu Zahra Amalia Athira dan A’isyah Muthi’ah. Prestasi tersebut disambut dengan rasa haru dan bangga dari seluruh hadirin.
Usai prosesi wisuda, keduanya menjemput orang tua mereka dari bangku penonton untuk menyematkan mahkota secara simbolis. Momen tersebut melambangkan kemuliaan yang dijanjikan bagi orang tua para penghafal Al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat tentang keutamaan para huffaz.
Perpisahan itu tidak hanya diwarnai dengan suasana haru, tetapi juga kegembiraan. Berbagai penampilan hiburan turut memeriahkan acara, di antaranya Rahmah Musik Orkestra, paduan suara, serta persembahan khusus dari santri kelas XII berupa penampilan grup band yang membawakan lagu ciptaan mereka sendiri.
Rangkaian acara tersebut menjadi penutup yang indah bagi perjalanan para santri angkatan “El Hanoufa”. Dari aula sederhana itu, lahir generasi muda yang tidak hanya membawa hafalan Al-Qur’an di dalam dada, tetapi juga membawa mimpi besar untuk masa depan mereka.
Tak Kalah Seru Sebelumnya:
Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan: Program Ramadhan Santri MTsS DMP Diniyyah Puteri 1447 H
Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan memperdalam pemahaman agama. Di lingkungan MTsS DMP Diniyyah Puteri, bulan suci ini tidak hanya dimaknai sebagai waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai kesempatan berharga untuk memperkaya ilmu serta membentuk karakter santri melalui Program Ramadhan yang dilaksanakan setiap tahun.
Program ini dirancang sebagai pembelajaran khusus bagi para santri selama Ramadhan, dengan tujuan memperdalam pemahaman keislaman sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai kegiatan yang terstruktur, para santri diajak untuk tidak sekadar menjalani Ramadhan secara ritual, tetapi juga menjadikannya sebagai proses pembelajaran spiritual dan intelektual.
Pada tahun 1447 Hijriah ini, Program Ramadhan MTsS DMP Diniyyah Puteri mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari segi materi maupun pendekatan pembelajarannya. Wakil Kepala Bidang Akademik, Umi Ezi Fadhila, menjelaskan bahwa program tahun ini dirancang lebih aplikatif sehingga materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat langsung dipahami dan diterapkan oleh para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai materi baru turut dihadirkan untuk memperkaya wawasan para santri. Materi tersebut mencakup beragam aspek keilmuan Islam, mulai dari pemahaman Al-Qur’an hingga pengenalan tokoh-tokoh ilmuwan Muslim yang memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan ini, santri tidak hanya belajar agama dalam konteks ibadah, tetapi juga memahami bagaimana Islam mendorong perkembangan ilmu dan peradaban.
Materi yang dipelajari selama Program Ramadhan antara lain Doa-doa dalam Al-Qur’an, Sains dalam Al-Qur’an, Qashashul Qur’an, Akhlaqul Qur’an, Tadabbur Qur’an, Kitabatul Qur’an, Sunnah-sunnah Nabi, Fikih Mar’ah, serta kajian tentang ilmuwan-ilmuwan Islam. Selain itu, para santri juga dibekali dengan keterampilan kreatif melalui kegiatan pembuatan Poster Ramadhan serta pembinaan kemampuan berdakwah sebagai seorang da’iyah.
Melalui berbagai materi tersebut, santri diharapkan mampu memahami Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang sarat dengan nilai moral, hikmah, dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, Ramadhan menjadi momentum bagi mereka untuk memperbaiki diri, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
Selama mengikuti program ini, para santri didorong untuk fokus dan mengikuti setiap sesi pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Proses pembelajaran yang berlangsung selama Ramadhan menjadi bekal penting bagi mereka sebelum mengikuti evaluasi akhir program.
Sebagai penutup kegiatan, akan diselenggarakan Festival Ramadhan yang dikemas dalam bentuk berbagai perlombaan. Festival ini menjadi sarana evaluasi sekaligus ajang bagi para santri untuk menampilkan pemahaman, kreativitas, dan keterampilan yang telah mereka pelajari selama mengikuti Program Ramadhan.
Melalui perlombaan tersebut, santri tidak hanya diuji dari sisi pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam mengaplikasikan ilmu secara kreatif dan komunikatif. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat sekaligus mempererat kebersamaan antar sesama santri.
Pada akhirnya, Program Ramadhan MTsS DMP Diniyyah Puteri dirancang agar bulan suci ini benar-benar menjadi madrasah kehidupan bagi para santri. Di dalamnya mereka belajar memperdalam ilmu, memperbaiki diri, menumbuhkan akhlak mulia, serta memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.
Dengan semangat tersebut, Ramadhan tidak hanya berlalu sebagai rutinitas tahunan, tetapi menjadi pengalaman berharga yang meninggalkan hikmah mendalam dalam perjalanan pendidikan dan pembentukan karakter para santri. Diniyyah Puteri PP 2026*

0 Komentar