Forum Ekselerator Negeri Dorong Inovasi Daerah, Tanah Datar Perkuat Pelayanan Publik



PALEMBANG, kiprahkita.com Pemerintah daerah di seluruh Sumatera menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik melalui Forum Ekselerator Negeri yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini diikuti para gubernur, bupati, dan wali kota, termasuk Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, S.Psi.


Forum yang merupakan bagian dari rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 tersebut berlangsung di Wyndham OPI Hotel Palembang dan menjadi titik awal (kick off) pelaksanaan untuk wilayah Sumatera. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri bersama media nasional sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.



Tak sekadar ajang penghargaan, forum ini menjadi platform strategis dalam mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah berbasis indikator pembangunan nyata. Selain itu, forum juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat inovasi pelayanan publik.


Berbagai agenda seperti diskusi panel, pemaparan praktik terbaik (best practices), serta pertukaran gagasan antar daerah menjadi bagian penting dalam forum ini. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir solusi inovatif yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Dalam keynote speech, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa kompleksitas tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini menuntut adanya percepatan pembangunan yang selaras dengan visi nasional.


“Forum ini menjadi momentum untuk memastikan visi Presiden dapat terakselerasi hingga ke tingkat daerah melalui langkah-langkah konkret,” ujarnya.


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 triliun sebagai insentif bagi pemerintah daerah berprestasi. Sekitar 500 daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, akan menerima penghargaan berdasarkan capaian kinerja, seperti pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta inovasi pembiayaan.


Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyambut positif program tersebut. Ia menilai insentif tersebut dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.


Menurutnya, sejumlah langkah strategis perlu dilakukan, di antaranya mereplikasi inovasi unggulan, memperkuat sektor prioritas seperti pendidikan dan kesehatan, serta mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan pengembangan UMKM.


“Digitalisasi layanan publik juga harus terus diperluas agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya.


Selain itu, ia menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal, seperti sektor pertanian, pariwisata, dan industri kreatif, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati turut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, Kepala Bagian Perekonomian Frengki Adhitama, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.


Kegiatan nasional yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama media nasional ini menjadikan Palembang sebagai lokasi kick off untuk wilayah Sumatera.


Lebih dari sekadar ajang penghargaan, forum ini menjadi instrumen strategis pemerintah pusat dalam mendorong kinerja daerah berbasis indikator pembangunan nyata serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Forum ini juga menjadi ruang sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat pembangunan dan inovasi pelayanan publik.


Mengusung semangat transformasi dan akselerasi, forum menghadirkan diskusi, pemaparan praktik terbaik (best practices), serta pertukaran gagasan antar daerah untuk melahirkan solusi inovatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dalam keynote speech menyampaikan bahwa tantangan kepala daerah semakin kompleks di setiap periode kepemimpinan. Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk mendorong akselerasi pembangunan agar visi nasional selaras dengan implementasi di daerah.


“Saat ini kita berdiskusi tentang ekselerasi, bagaimana visi Presiden di tingkat nasional dapat terakselerasi hingga ke daerah,” ujarnya.


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan Kemendagri akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 triliun sebagai insentif bagi pemerintah daerah berprestasi. Insentif tersebut akan diberikan kepada sekitar 500 pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota.


Penghargaan diberikan berdasarkan capaian kinerja, antara lain pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta inovasi pembiayaan (creative financing).


Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyambut baik program ini dan berharap menjadi stimulus bagi daerah untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.


Menurutnya, langkah strategis yang perlu dilakukan daerah antara lain mereplikasi inovasi unggulan, memperkuat program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan dan UMKM, serta mendorong digitalisasi layanan publik.


Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal seperti sektor pertanian, pariwisata, dan industri kreatif juga menjadi fokus dalam meningkatkan kesejahteraan secara merata dan berkelanjutan.


Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, Kepala Bagian Perekonomian Frengki Adhitama, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. (fan)*

Posting Komentar

0 Komentar