Bimtek Literasi Informasi, DPK Padang Panjang Perkuat Kemampuan Guru Tangkal Hoaks

PADANG PANJANG, kiprahkita.com Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padang Panjang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juni 2026 di Aula Kantor Camat Padang Panjang Timur.


Di hari ke-3 kegiatan ini diikuti lebih kurang dari 50 guru Bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA negeri maupun swasta di Kota Padang Panjang. Masing-masing sekolah mengutus dua orang guru sebagai peserta untuk memperkuat kemampuan literasi informasi di lingkungan pendidikan dalam menyikapi penurunan literasi siswa di sekolah.



DPK Padang Panjang Perkuat Kemampuan Guru Tangkal Hoaks

Selain para guru, kegiatan ini juga melibatkan Bunda Literasi kecamatan dan kelurahan pada hari pertama dengan narasumber bunda literasi Ibu Maria Veronika Hendri Anis selaku Bunda Literasi Kota Padang Panjang dan Yusrizal KW tim perecepatan pembangunan Kota Padang Panjang juga 50 peserta, pengelola perpustakaan sekolah mulai dari pustakawan SD, SMP, dan SMA pada hari kedua juga 50 peserta, hari keempat khusus untuk para guru TIK se-Kota Padang Panjang khusus tingkat SMP dan SMA pun dengan jumlah peserta 50 orang.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang diwakili oleh Kepala Bidang Perpustakaan DPK, Yeni Hernida dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang cerdas dalam berinteraksi dengan informasi di tengah derasnya arus informasi digital.


"Literasi informasi menjadi kemampuan yang sangat penting saat ini. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu mengakses informasi, tetapi juga memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkannya secara bijak serta bertanggung jawab," ujarnya.


Pada pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan tantangan era digital. Materi pertama disampaikan oleh dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Dr. Awendria Dahlan, yang membahas pentingnya literasi informasi, kemampuan menyeleksi sumber informasi yang kredibel, serta strategi menghadapi banjir informasi di era digital.


Menurutnya, kemampuan literasi informasi menjadi bekal penting bagi guru sebagai pendidik agar dapat membimbing peserta didik dalam mencari dan menggunakan informasi secara tepat.


Sementara itu, sesi berikutnya menghadirkan Duta Baca Provinsi Sumatera Barat, Fahada Yusra, S.Psi, yang membawakan materi mengenai metode RAACP (Relevance, Accuracy, Authority, Currency, dan Purpose) sebagai salah satu pendekatan dalam mengevaluasi kualitas informasi validkah, fakta, atau opini.


Melalui metode tersebut, peserta diajak berdiskusi dan belajar mengolah berita yang akan dishare untuk dinilai apakah suatu informasi relevan, akurat, memiliki sumber yang jelas, mutakhir, serta memiliki tujuan yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum disebarluaskan kepada masyarakat. Minimal ada tiga sumber terpercaya katanya. Media nasional, pihak pemerintah, dan nara sumber terdekat (misalnya pihak ahli dan yang menyaksikan lamgsung).


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep literasi informasi, mengembangkan keterampilan dalam mencari dan mengevaluasi informasi secara kritis, mendorong pemanfaatan perpustakaan fisik maupun digital, serta membekali peserta dengan kemampuan mendeteksi dan menangkal hoaks, disinformasi, dan misinformasi.


Selain itu, Bimtek ini juga diharapkan mampu menumbuhkan ekosistem literasi yang produktif di sekolah, kelurahan, dan komunitas masyarakat melalui peran aktif para peserta sebagai agen literasi.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perpustakaan daerah, satuan pendidikan, dan komunitas masyarakat dalam mewujudkan Padang Panjang sebagai kota yang literat, cerdas, dan berdaya saing di era digital.


Salah seorang peserta, Yusriana, S.Pd, guru dari MTsN Padang Panjang, mengaku sangat puas dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis Literasi Informasi tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber sangat relevan dengan kebutuhan guru di era digital saat ini. 


"Bimtek ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara memilah dan mengevaluasi informasi yang benar, terutama untuk menghadapi maraknya hoaks di media sosial. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena sangat membantu meningkatkan kompetensi guru sebagai pendidik sekaligus agen literasi di tengah masyarakat," ujarnya.


Pembukaan Bimtek oleh Kepala Bidang Perpustakaan DPK, Ibu Yeni Hernida

Hal senada disampaikan rekannya pula, Meri Nofrida, S.Pd, juga guru yang diutus dari MTsN Padang Panjang, menjadi peserta Bimtek Literasi Informasi. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta tentang pentingnya literasi informasi, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam memverifikasi kebenaran informasi sebelum disebarluaskan kepada murid maupun group WA dan medsos.


Menurutnya, materi tentang cara mengenali hoaks dan mengevaluasi sumber informasi sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.


"Sebagai guru, kami memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam penggunaan informasi yang bijak. Melalui bimtek ini, kami mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sangat inspiratif dan memberikan motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan budaya literasi di lingkungan pendidikan," tuturnya.


"Alhamdulillah, kegiatan Bimtek Literasi Informasi yang berlangsung selama satu hari ini memberikan banyak ilmu, wawasan, dan pengalaman berharga bagi kami para peserta. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia pelaksana, khususnya Ibu Yeni dan seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik."


"Terima kasih juga kepada narasumber hebat, Dr. Awendria dari UIN Imam Bonjol Padang dan Fahada Yusra, S.Psi, yang telah berbagi pengetahuan serta inspirasi tentang pentingnya literasi informasi di era digital. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat kami terapkan dan tularkan kepada peserta didik maupun masyarakat, serta kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Sukses selalu untuk semua pihak yang telah berkontribusi." dari kami para peserta diwakili oleh Yusriana, S.Pd dan Meri Nofrida, S.Pd, dari MTsN Kota Padang Panjang.*

Baca Juga

http://www.kiprahkita.com/2026/06/wako-hendri-lantik-pj-sekdako-kepala.html

Posting Komentar

0 Komentar