PKBM Sikola Dilao’, Harapan Baru Pendidikan Warga Pulau Balu

 

MUNA BARAT, kiprahkita.com Pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan terpencil. Kondisi itulah yang selama bertahun-tahun dirasakan warga Desa Santiri di Pulau Balu, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Ketiadaan sekolah menengah atas di pulau tersebut membuat banyak anak harus menyeberangi laut untuk melanjutkan pendidikan, sebuah perjalanan yang tidak mudah dan kerap berujung pada putus sekolah. (Jadesta)


Melihat kondisi tersebut, organisasi perempuan Muhammadiyah, 'Aisyiyah, menghadirkan solusi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sikola Dilao’. Kehadiran lembaga pendidikan nonformal ini menjadi secercah harapan bagi warga Pulau Balu yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan lanjutan.


Aisyiyah, menghadirkan solusi melalui PKBM Sikola Dilao


Nama “Sikola Dilao’” yang berarti “Sekolah di Laut” mencerminkan identitas masyarakat Pulau Balu yang mayoritas merupakan suku Bajo dan hidup berdampingan dengan laut sejak turun-temurun. Desa Santiri sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan masyarakat Bajo yang masih mempertahankan tradisi dan budaya maritim yang kuat. (Jadesta)


Melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, PKBM Sikola Dilao’ memberikan kesempatan kedua bagi remaja maupun warga dewasa yang sempat terhenti pendidikannya. Mereka kini dapat melanjutkan belajar tanpa harus meninggalkan kampung halaman atau menghadapi risiko perjalanan laut setiap hari.


Selain membuka akses pendidikan, kehadiran PKBM juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan 'Aisyiyah di wilayah Muna Barat. Desa Santiri termasuk salah satu desa dampingan dalam berbagai program inklusi dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan organisasi tersebut. (kominfo.munabarat.go.id)


Bagi masyarakat Pulau Balu, pendidikan bukan sekadar memperoleh ijazah. Pendidikan menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas wawasan, dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di wilayah kepulauan.


Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis yang dihadapi, PKBM Sikola Dilao’ hadir sebagai bukti bahwa semangat belajar tidak boleh terhalang oleh jarak. Dari sebuah pulau kecil di perairan Muna Barat, harapan baru untuk meraih masa depan yang lebih cerah terus tumbuh melalui pendidikan. (JadestaTak ada SMA di Pulau Balu. Untuk bersekolah, anak-anak harus menyeberangi laut dan menempuh perjalanan yang tidak mudah. Akibatnya, banyak yang terpaksa putus sekolah.


Melalui PKBM Sikola Dilao', 'Aisyiyah menghadirkan harapan baru bagi warga Santiri untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Baca kisah lengkapnya di Majalah Suara 'Aisyiyah Edisi Juni 2026.*

Posting Komentar

0 Komentar