PADANG PANJANG, kiprahkita.com – Aula AR Sutan Mansur Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang mendadak riuh dan penuh warna pada Jumat (12/6/2026). Ratusan santri, asatidz, dan civitas akademika berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk menyaksikan gelaran akbar Kauman Art & Culture 2026.
Acara tahunan yang bertepatan dengan momen penutupan semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 ini diikuti oleh seluruh santri kelas VII, VIII, X, dan XI. Tahun ini, panitia mengusung tema yang sangat kuat dan visioner: "One Stage, Infinite Expression" (Satu Panggung, Ekspresi Tanpa Batas). Selain menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga berfungsi sebagai bentuk penilaian autentik atas capaian pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya.
| Semarak Kauman Art & Culture 2026 |
Kemeriahan acara langsung terasa sejak menit pertama. Kegiatan diawali dengan pemutaran film pendek karya sinematografi para santri yang memukau penonton. Tak lama berselang, gemuruh riuh rendah terdengar saat grand opening dimulai. Tabuhan Tambua khas Minangkabau yang dibawakan secara energik oleh para santri berhasil membakar semangat seluruh hadirin di dalam aula.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat sekaligus pembukaan resmi oleh Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, M.A.
Dalam sambutannya, Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang mengucapkan terima kasih kepada semuah pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan Kauman Art & Culture 2026.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan sebuah mahakarya dari anak-anak kita dalam Kauman Art & Culture 2026. Tema 'One Stage, Infinite Expression' bukan sekadar slogan. Panggung ini adalah ruang merdeka bagi kalian untuk mengekspresikan potensi terbaik yang diberikan Allah SWT", tutur Dr. Derliana.
Kmudian beliau juga menyampaikan bahwa Pesantren Internasional Kauman tidak hanya fokus membentuk santri yang tafaqquh fiddin dan unggul secara akademik, tetapi juga santri yang memiliki kepekaan rasa, kreativitas, dan cinta terhadap budaya melalui seni.
"Apa yang kita lihat hari ini adalah bukti bahwa kehidupan pesantren itu dinamis, kreatif, dan tidak membosankan", tambahnya.
Usai memberikan sambutan, Dr. Derliana, M.A. didampingi jajaran pimpinan pesantren melakukan prosesi pemotongan pita. Hal ini menandai dibukanya secara resmi area pameran dan panggung pentas seni.
Mudir beserta rombongan langsung menyusuri setiap stan pameran. Decak kagum tidak dapat disembunyikan saat melihat langsung hasil karya tangan para santri. Berbagai produk seni dipajang dengan rapi, mulai dari kain batik, pakaian teknik eco printing, lukisan estetis, hingga kerajinan tangan bernilai guna tinggi yang memanfaatkan limbah plastik.
"Ini luar biasa. Kreativitas santri dalam mengolah limbah plastik dan membuat eco printing menunjukkan bahwa mereka juga peduli pada isu lingkungan," puji Dr. Derliana di sela-sela kunjungannya.
Sembari pameran berlangsung, panggung utama juga diguncang oleh berbagai penampilan seni dari perwakilan kelas. Para santri unjuk gigi melalui pertunjukan yang variatif, meliputi:
Monolog yang mendalam dan penuh penghayatan.
Musikalisasi puisi yang harmonis.
Pertunjukan drama yang mengundang gelak tawa sekaligus haru.
Pembacaan puisi yang menyentuh hati.
Kemeriahan Kauman Art & Culture 2026 mencapai puncaknya di penghujung acara. Penampilan penutup dibawakan oleh santriwati bernama Meisya Sri Mulyani. Meisya tampil membacakan puisi dengan suara yang menggelegar, artikulasi yang tajam, dan penuh penjiwaan. Penampilannya yang luar biasa sukses membangkitkan semangat dan mendapat standing ovation dari seluruh penonton yang memadati Aula AR Sutan Mansur.
Melalui kesuksesan gelaran Kauman Art & Culture 2026, pihak pesantren berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah berkelanjutan untuk menggali potensi non-akademik santri. Diharapkan, kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda Muslim yang tidak hanya kokoh dalam ilmu agama dan berwawasan global, tetapi juga memiliki jiwa seni yang halus, kreatif, inovatif, serta mampu melestarikan budaya bangsa di tengah era modernisasi.
Dengan berakhirnya acara ini, seluruh santri siap menyongsong liburan semester dengan membawa kebanggaan atas karya dan pencapaian yang telah mereka torehkan. (TR)*
Baca Juga
http://www.kiprahkita.com/2026/06/bimtek-literasi-informasi-dpk-padang.html
0 Komentar