Tanah Datar Paparkan Inovasi Pendidikan Berbasis ABS-SBK di Kongres Pendidikan Indonesia 2026

YOGYAKARTA, kiprahkita.com Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memaparkan berbagai inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal pada Kongres Pendidikan Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta.


Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, Dr. Alfi Hidayati, M.Pd, didapuk sebagai narasumber pada agenda Rembug Daerah bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.


Tanah Datar Paparkan Inovasi Pendidikan Berbasis ABS-SBK


Pada kesempatan itu, Alfi Hidayati mempresentasikan program inovasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di bidang pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter peserta didik berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK).


Menurut Alfi, penguatan karakter diwujudkan melalui berbagai program yang membiasakan peserta didik menerapkan nilai-nilai kebersihan, kepedulian, dan gotong royong di lingkungan sekolah.


Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah penerapan Program Toilet Bersih dan Bank Sampah. Program tersebut bertujuan membina karakter peduli terhadap kebersihan, kerapian, kesehatan pribadi maupun lingkungan, serta menciptakan suasana sekolah yang indah, aman, dan nyaman.


"Melalui program piket, peserta didik dibiasakan bergotong royong menjaga kebersihan toilet serta mengelola sampah dengan baik. Dengan demikian, budaya sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman dapat terwujud secara berkelanjutan," jelas Alfi dalam pemaparannya.


Selain membangun karakter melalui budaya sekolah, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga mengembangkan pendidikan karakter berbasis nilai agama, adat, sosial, dan budaya melalui program pengaktifan kembali surau.


Program tersebut menjadikan surau sebagai pusat pembelajaran keagamaan sekaligus ruang pelestarian budaya Minangkabau, termasuk pembinaan Silek Tradisi sesuai dengan kekhasan masing-masing daerah.


Menurut Alfi, pelestarian silek tradisi tidak hanya bertujuan menjaga warisan budaya, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak, serta memiliki jati diri sebagai masyarakat Minangkabau.


Ia menegaskan, pengembangan karakter berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal yang berlandaskan ABS-SBK diharapkan mampu melahirkan generasi Minangkabau yang kokoh dalam pemahaman agama serta tetap menjunjung tinggi adat dan budaya.


"Dengan bekal nilai agama dan budaya yang kuat, generasi muda Tanah Datar diharapkan akan tetap memegang teguh identitas Minangkabau di mana pun mereka berada, termasuk saat menempuh pendidikan maupun merantau," ujarnya.


Partisipasi Kabupaten Tanah Datar dalam Kongres Pendidikan Indonesia 2026 menjadi ajang berbagi praktik baik (best practice) sekaligus memperkenalkan model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang dinilai relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global.


Versi Ringkas

Giat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Tanah Datar menghadiri Kongres Pendidikan Indonesia Tahun 2026, di Universitas Negeri Yogya. Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ibu Dr. Alfi Hidayati, M. Pd, menjadi narasumber dalam kegiatan Rembug Daerah bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.


Pada kesempatan ini Ibu Kadis mempresentasikan Program Inovasi Pemerintah Daerah Kab Tanah Datar bidang Pendidikan yaitu Pembentukan Karakter berlandaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, dengan menerapkan Program Toilet Bersih, dan Bank Sampah, dengan tujuan membina dan mengembangkan karakter peduli dengan kebersihan, kerapian, kesehatan pribadi dan lingkungan, keindahan dan kenyamanan dengan membiasakan gotong royong di program piket untuk menjaga kebersihan toilet dan pengolahan sampah sehingga program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman terlaksana dan menjadikan sekolah bersih, sehat, aman dan nyaman.


Selain itu program pengembangan karakter anak melalui Program mengaktifkan Surau sebagai pusat pemahaman Agama, Adat, Sosial dan Budaya melalui pelestarian Silek Tradisi sesuai jenis Silek yang ada di daerah masing-masing.


Pengembangan Karakter berlandaskan Nilai Kearifan Lokal berdasarkan ABS SBK akan menghasilkan generasi Minangkabau yang kuat secara agama dan ditopang nilai adat Minangkabau sehingga kemanapun melangkah dan merantau nilai-nilai agama dan budaya minagkabau akan tetap terpatri dan mengakar dalam kehidupan sehari-harinya.*

Baca Juga

http://www.kiprahkita.com/2026/07/pembangunan-flyover-padang-lua.html

Posting Komentar

0 Komentar