Kakankemenag Pasaman Barat Buka Workshop Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 2 Pasaman Barat

 

PASAMAN BARAT, kiprahkita.com Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Dr. H. Thomas Febria, S.Ag., M.A, secara resmi membuka Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh MIN 2 Pasaman Barat, Rabu (5/8/2026), bertempat di MIN 2 Pasaman Barat.


Workshop ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) MIN 2 Pasaman Barat sebagai peserta dan menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran dan budaya kerja di lingkungan madrasah.



Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan apresiasi kepada MIN 2 Pasaman Barat yang telah menginisiasi pelaksanaan workshop sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ASN madrasah.


Menurut Thomas, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama yang bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, toleransi, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan karakter peserta didik.


"Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di ruang kelas, tetapi harus menjadi budaya yang hidup di lingkungan madrasah. Seluruh ASN harus menjadi teladan dalam menghadirkan pelayanan dan pembelajaran yang humanis, inklusif, serta berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah," ujar Thomas.


Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop dengan serius sehingga materi yang disampaikan oleh narasumber dari Balai Diklat Keagamaan Padang dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas dan proses pembelajaran di MIN 2 Pasaman Barat.


Workshop berlangsung dengan suasana interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta berbagi pengalaman mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh ASN MIN 2 Pasaman Barat semakin memahami konsep dan praktik KBC sehingga mampu mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter, dan berbudaya cinta sesuai dengan nilai-nilai Kementerian Agama. (Tim_Kreatif_Kemenag_Pasbar)*

Posting Komentar

0 Komentar