SEMARANG, kiprahkita.com –Muktamar ke-XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 6–9 Agustus 2026. Mengangkat tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”, agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting bagi Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam memperkuat tradisi, kaderisasi, serta pengembangan organisasi di tengah perubahan zaman.
Muktamar menjadi forum permusyawaratan tertinggi Tapak Suci untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerak dan program kerja ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpendekar, kader, pimpinan, dan keluarga besar Tapak Suci dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam Muktamar ke-XVI adalah Pimda 087 Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Keikutsertaan Pimda 087 menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam menyuarakan aspirasi serta memperkuat gerakan Tapak Suci Putera Muhammadiyah di tingkat nasional.
Tema yang diusung dalam Muktamar kali ini memiliki makna strategis. Semangat “Berakar Tradisi” menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur, ajaran, serta karakter Tapak Suci sebagai perguruan seni bela diri yang lahir dan berkembang dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Sementara itu, visi menuju Tapak Suci yang modern, mandiri, dan mendunia mencerminkan tekad untuk terus melakukan pembaruan tanpa meninggalkan jati diri. Modernisasi organisasi diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, pembinaan atlet, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Bagi Pimda 087 Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh, momentum Muktamar juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam pembinaan generasi muda melalui seni bela diri. Tapak Suci tidak hanya mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, keberanian, akhlak, tanggung jawab, dan semangat persaudaraan.
Muktamar ke-XVI di Semarang diharapkan melahirkan keputusan-keputusan strategis yang mampu membawa Tapak Suci Putera Muhammadiyah semakin maju, profesional, dan berdaya saing, sekaligus tetap kokoh dengan akar tradisi yang menjadi identitasnya.
Dari Semarang, semangat Tapak Suci terus digelorakan: berakar kuat pada tradisi, bergerak dengan semangat pembaruan, mandiri dalam perjuangan, dan siap mendunia. Payakumbuh*

0 Komentar