Seminar Kepenulisan di Pesantren Kauman, Irvan Karquza Ajak Santri Hidupkan Gagasan Lewat Pena

PADANG PANJANG, kiprahkita.com Suasana penuh inspirasi mewarnai Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang melalui kegiatan Seminar Kepenulisan dan Bedah Novel bersama novelis Irvan Karquza, penulis di balik karya Trilogi Hiderabad.


Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan daya kritis, kreativitas, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap dunia literasi. Para santri tidak hanya mendapatkan wawasan tentang teknik kepenulisan, tetapi juga diajak memahami bagaimana sebuah tulisan dapat menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan.




Seminar ini turut dihadiri perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Padang Panjang, dalam hal ini Kepala Bidang Perpustakaan. Kehadiran unsur pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi, khususnya di lingkungan pesantren.


Dalam pemaparannya, Irvan Karquza membagikan pengalaman dan perspektifnya sebagai seorang penulis kepada para santri. Penyampaian materi berlangsung hangat dan interaktif, sehingga para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses kreatif di balik lahirnya sebuah karya sastra.


Para santri juga diajak membedah Trilogi Hiderabad, mulai dari alur cerita, karakter, hingga pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Dari proses tersebut, mereka diajak melihat bahwa sebuah novel tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan dan merekam berbagai persoalan kehidupan.


Kegiatan ini sekaligus menanamkan kesadaran bahwa kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan penting bagi generasi muda. Melalui tulisan, seseorang dapat mengabadikan pemikiran dan pengalaman sehingga dapat dibaca dan memberikan manfaat bagi orang lain, bahkan ketika penulisnya telah melewati zamannya.


Bagi para santri, pengalaman mengikuti seminar tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik untuk mulai berani menuangkan ide ke dalam tulisan. Tidak harus langsung menghasilkan karya besar, sebab sebuah tulisan yang baik selalu berawal dari keberanian untuk menulis.


Budaya literasi di lingkungan pesantren pun diharapkan semakin berkembang. Santri tidak hanya dikenal sebagai generasi yang kuat dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, wawasan luas, serta mampu menyampaikan gagasan melalui karya.


Pada akhirnya, pena bukan sekadar alat untuk menulis kata-kata. Ia dapat menjadi sarana untuk menghidupkan pikiran, merekam perjalanan, menyampaikan kebenaran, dan meninggalkan jejak kebaikan.


Mengukir jejak lewat karya, menghidupkan otak lewat pena. Sebab setiap kata yang ditulis dengan niat baik adalah benih kebaikan yang dapat terus tumbuh dan menginspirasi generasi berikutnya.


Suasana sarat inspirasi menyelimuti Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dalam agenda Seminar Kepenulisan & Bedah Novel bersama Irvan Karquza, novelis best-seller di balik karya fenomenal Trilogi Hiderabad.


Kegiatan yang dirancang untuk memantik daya kritis dan kreativitas santri ini turut dihadiri oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Padang Panjang yang diwakili oleh Kepala Bidang Perpustakaan. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap tumbuhnya budaya literasi di lingkungan pesantren.


Melalui pemaparan materi yang hangat dan menggugah, para santri diajak menyelami dunia kepenulisan, membedah alur serta pesan mendalam dalam Trilogi Hiderabad, sekaligus memahami bahwa menulis adalah cara mengabadikan gagasan dan perjuangan.


Setiap kata yang ditulis dengan niat baik adalah benih kebaikan yang akan terus tumbuh dan menginspirasi.*

Posting Komentar

0 Komentar