TANAH DATAR, kiprahkita.com –Perkembangan zaman yang serba cepat kerap membuat nilai sejarah dan kearifan lokal di sekitar kita pelan-pelan terlupakan oleh generasi muda. Kegelisahan inilah yang diangkat oleh dua siswa MTsN 5 Tanah Datar, Aini Rahayu Putri dan Serli Rigina Putri, saat melihat mulai pudarnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah Masjid Kapeh-Kapeh di Nagari Paninjauan.
Bagi masyarakat Tigo Suku, Masjid Kapeh-Kapeh bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan simbol perpaduan adat dan agama yang mencerminkan keberadaan Tungku Tigo Sajarangan. Lewat kepedulian tersebut, kedua siswa ini mengkaji kembali nilai-nilai sejarah masjid tersebut melalui sebuah penelitian ilmiah.
Riset yang mereka angkat berjudul "Mambangkik Batang Tarandam: Eksistensi Tungku Tigo Sajarangan di Tigo Suku dalam Pengenalan Nilai-Nilai Sejarah Masjid Kapeh-Kapeh". Usaha keras Aini dan Serli terbayar manis ketika karya ini berhasil menembus babak final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 yang diselenggarakan oleh Abak Academy pada subbidang Bahasa, Budaya, dan Agama.
Capaian ini membawa nama MTsN 5 Tanah Datar dan daerah Luhak Nan Tuo ke tingkat nasional. Kedua peneliti muda ini dijadwalkan melaju ke babak final yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 17–19 Oktober 2026 mendatang.
Mari bersama kita berikan apresiasi dan dukungan doa terbaik bagi Aini dan Serli agar diberikan kelancaran serta mampu menampilkan hasil terbaik pada babak final di Yogyakarta kelak. Semoga riset sederhana dari nagari ini bisa menginspirasi lebih banyak siswa di Tanah Datar untuk terus berkarya dan peduli pada lingkungannya.*

0 Komentar