PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Tiga siswa MTsN Padang Panjang berhasil memenuhi persyaratan dan secara resmi diterima sebagai peserta Offline International Young Scientists and Inventors Award (InYSIA) 2026. Ketiganya akan membawa inovasi bertajuk PROTEC-X pada kompetisi internasional yang akan dilaksanakan di Yogyakarta, 8–12 November 2026.
Kepastian tersebut tertuang dalam Letter of Acceptance InYSIA 2026 bernomor 025/INV-REG/INYSIA/IX/2026 yang diterbitkan di Tangerang Selatan pada 22 September 2026.
Tiga siswa yang tergabung dalam tim PROTEC-X tersebut adalah Muhammad Kafka Alfanzuri, Rais Afham Azizi, dan Raffa Haziq Akhtari, yang seluruhnya merupakan siswa MTsN Padang Panjang.
Dalam surat penerimaan tersebut, panitia menyatakan bahwa tim PROTEC-X telah berhasil memenuhi persyaratan registrasi dan dinyatakan eligible to participate dalam kompetisi offline InYSIA 2026 yang akan berlangsung selama lima hari di Yogyakarta.
Adapun inovasi yang akan dipresentasikan tim tersebut berjudul “PROTEC-X: Development of an Internet of Things Based Charity Box Security System through SW-420 Vibration Intensity Characterization for Integrated Telegram Notification and Acoustic Warning Response.”
Secara garis besar, PROTEC-X merupakan pengembangan sistem keamanan kotak amal berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan sensor getaran SW-420. Sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi aktivitas atau getaran pada kotak amal, kemudian mengintegrasikan sistem pemberitahuan melalui Telegram serta memberikan respons peringatan secara akustik.
Kehadiran inovasi tersebut menunjukkan upaya para siswa madrasah dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk menjawab persoalan keamanan di lingkungan masyarakat. Kreativitas siswa tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan menciptakan solusi berbasis teknologi yang memiliki manfaat praktis.
International Young Scientists and Inventors Award (InYSIA) 2026 sendiri diselenggarakan oleh Abak Academy bekerja sama dengan Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Gadjah Mada (UGM) serta panitia penyelenggara InYSIA 2026.
Dalam surat tersebut, penyelenggara menyampaikan apresiasi atas minat dan partisipasi para peserta serta menyatakan kegembiraannya menyambut para peserta di Yogyakarta untuk menyaksikan kontribusi inovatif mereka di bidang sains dan teknologi.
Bagi MTsN Padang Panjang, keikutsertaan tiga siswanya dalam ajang internasional tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperluas pengalaman dan wawasan di bidang penelitian, sains, teknologi, serta inovasi. Para siswa juga akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan berkompetisi dengan peserta dari berbagai latar belakang dalam sebuah forum ilmiah dan inovasi.
"Keikutsertaan Muhammad Kafka Alfanzuri, Rais Afham Azizi, dan Raffa Haziq Akhtari sekaligus menjadi bagian dari kiprah siswa madrasah dalam mengembangkan karya inovatif yang menggabungkan sains, teknologi, dan kebutuhan masyarakat." Terang Kepala Madrasah Firmawati Anwar, MPd.
"Dengan diterimanya tim PROTEC-X sebagai peserta offline InYSIA 2026, seluruh perhatian kini diarahkan pada persiapan menuju Yogyakarta. Semoga karya yang mereka kembangkan dapat tampil secara maksimal dan membawa nama baik MTsN Padang Panjang dalam ajang internasional tersebut." Tambah Fitria Otavia, MP.d pula selaku pembina tim PROTEC-X MTsN Padang Panjang.
Selamat kepada Muhammad Kafka Alfanzuri, Rais Afham Azizi, dan Raffa Haziq Akhtari. Semoga sukses membawa PROTEC-X dan mengharumkan nama MTsN Padang Panjang di ajang InYSIA 2026.
Isi Penelitan
Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah karies gigi. Karies tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan menjaga kebersihan gigi yang kurang baik, tetapi juga berkaitan dengan adanya bakteri Streptococcus mutans yang dapat berkembang pada plak gigi dan menghasilkan asam yang merusak permukaan gigi.
Lalu, bagaimana jika bahan yang sudah lama dikenal di masyarakat dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi masalah tersebut?
Daun sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemukan dan sejak dahulu telah banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Daun sirih juga memiliki berbagai kandungan senyawa yang berpotensi menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
Namun, pemanfaatan daun sirih sebagai bahan alami tidak hanya berhenti pada penggunaan secara tradisional. Dari sinilah muncul ide untuk mengembangkan daun sirih menjadi produk yang lebih dekat dengan kebuthan sehari-hari.*


0 Komentar