Bukan Sekadar Mengejar Juara, Empat Duta Tanah Datar Bersiap Hadapi Persaingan OMI Nasional


 
Batusangkar, Humas — Lolos ke tingkat nasional adalah sebuah pencapaian, tetapi perjuangan sesungguhnya baru dimulai. Bagi empat peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) asal Kabupaten Tanah Datar, kesempatan ini bukan hanya tentang membawa pulang medali, melainkan juga tentang menguji kemampuan, memperluas pengalaman, dan membawa nama daerah di panggung nasional.


Semangat itulah yang mengemuka dalam rapat persiapan menghadapi OMI tingkat nasional di Aula Ikhlas Beramal Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, Rabu (14/10/2026). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, mengingatkan bahwa dinamika pendidikan merupakan bagian dari proses belajar yang tidak selalu berujung pada kemenangan.





“Kita semua masih dalam konteks belajar. Tidak mungkin semuanya menang dan tidak mungkin semuanya kalah. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus belajar dari setiap proses,” pesannya.


Bagi Hendri, empat peserta yang berhasil melaju ke tingkat nasional patut bersyukur atas pencapaian tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa mereka akan berhadapan dengan peserta-peserta terbaik dari setiap provinsi. Karena itu, persiapan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibarengi mental yang kuat, ikhtiar maksimal, dan doa.


Ia berpesan agar para finalis memperkuat ikhtiar melalui belajar sungguh-sungguh, menjaga salat, serta menghidupkan amalan seperti salat Duha dan tahajud. Menurutnya, usaha dan doa perlu berjalan beriringan dalam menghadapi kompetisi.


“Jangan hanya fokus pada perlombaan. Manfaatkan juga kesempatan di tingkat nasional untuk menambah pengalaman, termasuk mengunjungi expo madrasah dan melihat berbagai stan riset. Ada banyak hal yang bisa dipelajari di luar arena kompetisi,” pesannya.


Dalam arahannya, Hendri juga menyinggung capaian Sumatera Barat yang berada pada peringkat kesembilan nasional pada pelaksanaan tahun sebelumnya. Ia berharap keikutsertaan tahun ini menjadi momentum untuk memperbaiki posisi tersebut.


“Sumatera Barat tahun lalu berada di peringkat kesembilan nasional. Tahun ini kita berharap bisa membawa peringkat itu naik. Tentu, kita perlu berusaha bersama dan memberikan yang terbaik,” ungkapnya.


Selain persiapan OMI, Hendri turut mengingatkan pentingnya pelaksanaan program wajib dari Kantor Wilayah Kementerian Agama, yakni Kamis Berbagi Rezeki Antar Sesama (KARENA), Gerakan Madrasah Mengelola Sampah Sehat dan Berteknologi (GEMES BERSERI), serta Sinergi dan Integrasi Guru Madrasah (SIGMA). Program-program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, lingkungan, dan kolaborasi.


Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar mengucapkan selamat kepada empat peserta yang berhasil melaju ke tingkat nasional. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta yang telah berjuang pada tahapan sebelumnya, termasuk mereka yang belum berhasil lolos.


Sebab, dalam sebuah kompetisi, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berproses, dan kemauan untuk terus belajar merupakan bekal penting bagi perjalanan pendidikan berikutnya.  *

Posting Komentar

0 Komentar