Kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan dan permukiman di Jalan Jawa Gadut, RT 04 RW 02, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (12/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan dan kendaraan hangus terbakar, satu orang mengalami luka bakar, serta lima kepala keluarga (KK) atau 22 jiwa terpaksa mengungsi.
Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp3 miliar. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Berdasarkan keterangan saksi, Anis (40) dan Isa (19), suara ledakan terdengar sekitar pukul 07.35 WIB dari sebuah ruko dua lantai yang diduga menjadi lokasi penyimpanan bahan bakar minyak (BBM). Ledakan tersebut kemudian disusul munculnya kobaran api.
Warga yang melihat kejadian itu segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang. Petugas dari Pos 1 Kuranji berangkat pada pukul 07.37 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.49 WIB, setelah menempuh jarak sekitar 6,6 kilometer.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi berada di kawasan pertokoan padat dengan akses jalan yang sempit.
Petugas mengerahkan 10 unit mobil pemadam, terdiri atas delapan unit milik Damkar Kota Padang, satu unit bantuan PT Semen Padang, dan satu unit dari Universitas Andalas (Unand). Sebanyak 85 personel gabungan dari Damkar, TNI, Polri, PLN, PMI, pihak kelurahan, serta Kelompok Siaga Bencana (KSB) turut dikerahkan.
“Penanganan dilakukan bersama tim gabungan hingga area dinyatakan aman sepenuhnya pada pukul 08.40 WIB,” kata Rinaldi.
Area terdampak kebakaran diperkirakan seluas 35 x 10 meter persegi. Bangunan yang mengalami kerusakan berat meliputi tiga ruko, dua toko, dua petak rumah kayu, dua warung gerobak kontainer minuman, serta satu pompa mini BBM.
Selain bangunan, dua unit becak motor (bentor) dan tujuh sepeda motor turut terbakar. Satu unit ruko lainnya mengalami kerusakan ringan.
Korban luka bakar diketahui bernama Isul (45), pedagang sekaligus pemilik ruko dua lantai yang diduga menjadi lokasi awal ledakan. Korban telah mendapatkan penanganan medis. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah pemilik usaha dan bangunan lain yang terdampak di antaranya Ikang Fauzi (40), pengelola konter seluler dan layanan BRILink; Ajo (50), pemilik usaha pangkas rambut; serta Yusniati (53), pemilik dua rumah kayu.
Meski menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp3 miliar, respons cepat petugas disebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian sekitar Rp500 juta. Petugas juga mencegah api merambat ke area sekitar seluas 20 x 15 meter persegi yang memiliki sedikitnya dua bangunan lain.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan dan kebakaran tersebut masih diselidiki. Dugaan mengenai sumber api dari area penyimpanan BBM belum dapat dipastikan sebagai penyebab resmi kejadian.*

0 Komentar