Oleh: Dr. Derliana, MA
PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Ada kebahagiaan yang tidak selalu mampu dijelaskan dengan kata-kata. Ada rasa haru yang hadir setelah perjalanan panjang, ketika sebuah ikhtiar yang hampir dua tahun dijalani dengan sabar akhirnya sampai pada sebuah titik yang selama ini dinantikan.
Hari ini, MA KM Kauman Muhammadiyah Padang Panjang resmi ditetapkan sebagai Sekolah Unggul Muhammadiyah Pratama.
Bagi kami, predikat tersebut bukan sekadar sebuah penghargaan. Di baliknya ada cerita tentang ikhtiar, kesabaran, penantian, doa, dan kerja bersama yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Ketika Terlambat Bukan Berarti Gagal
Kisah ini bermula pada 2024.
Saat itu, sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang terpilih dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Rakornas Sekolah Unggul Muhammadiyah di Parung, Depok. Sementara itu, MA KM Kauman belum mendapatkan informasi dan kesempatan untuk mengikuti proses tersebut.
Ketika mengetahui hal itu, tentu ada rasa kecewa. Apalagi kesempatan tersebut merupakan bagian penting dalam perjalanan pengembangan sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Namun, satu hal yang kami yakini: terlambat tidak selalu berarti gagal.
Karena itu, ikhtiar tetap dilakukan. Kami berusaha meminta kesempatan agar MA KM Kauman tetap dapat mengajukan diri.
Kesempatan akhirnya terbuka.
Dari sana, perjalanan panjang dimulai.
Berbagai persyaratan harus dipersiapkan. Tidak sedikit yang harus dikerjakan. Ada sekitar 70 indikator yang harus dipenuhi, lengkap dengan bukti dokumen pendukungnya.
Kami kerjakan.
Kami lengkapi.
Kami perbaiki.
Kami evaluasi.
Lalu kami tunggu.
Bukan sehari atau dua hari.
Penantian itu berlangsung hampir dua tahun.
Bukan Kerja Satu Orang
Ketika akhirnya penetapan itu datang, kebahagiaan terasa semakin lengkap karena kami menyadari bahwa capaian tersebut bukanlah hasil kerja satu orang.
Ini adalah buah dari kerja sebuah tim.
Ada guru yang bersedia menambah waktu untuk menyelesaikan berbagai kelengkapan. Ada tenaga kependidikan yang memastikan administrasi berjalan. Ada tim yang terus berdiskusi, memperbaiki kekurangan, dan belajar dari setiap proses.
Ada pula seluruh keluarga besar MA KM Kauman yang terus menjaga semangat untuk berkembang.
Karena sebuah lembaga pendidikan tidak akan tumbuh hanya karena kerja seorang pimpinan. Ia tumbuh karena ada banyak orang yang bersedia berjalan bersama.
Terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan MA KM Kauman.
Terima kasih telah bersedia lelah bersama.
Terima kasih telah mau belajar dan berbenah bersama.
Terima kasih karena tetap percaya bahwa Kauman dapat terus tumbuh dan level up.
2024 Mengetuk Pintu, 2025 Berbenah, 2026 Menuai
Jika perjalanan ini diringkas dalam tiga tahun, mungkin kalimat sederhananya adalah:
2024 kami mengetuk pintu.
2025 kami terus berbenah.
2026 Allah izinkan kami sampai pada titik ini.
Namun, perjalanan pendidikan tidak pernah berhenti pada sebuah predikat.
Menjadi Sekolah Unggul Muhammadiyah Pratama justru menghadirkan amanah baru.
Predikat ini harus menjadi energi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat pelayanan kepada peserta didik, membangun budaya akademik yang sehat, serta melahirkan generasi yang berilmu, beradab, berprestasi, dan mampu mengambil peran di tingkat nasional maupun internasional.
Karena itu, penghargaan ini tidak boleh membuat kami berhenti berjalan.
Sebaliknya, ia harus menjadi pengingat bahwa masih ada banyak hal yang harus dikerjakan.
Masih ada mimpi yang harus diperjuangkan.
Masih ada mutu yang harus ditingkatkan.
Masih ada generasi yang harus dipersiapkan.
Penantian yang Mengajarkan Kesabaran
Dari perjalanan ini kami belajar satu hal penting: tidak semua hasil datang secepat yang kita inginkan.
Kadang kita sudah mengetuk pintu, tetapi belum dibukakan.
Kadang kita sudah berusaha, tetapi hasilnya belum terlihat.
Kadang kita harus menunggu jauh lebih lama daripada yang kita bayangkan.
Namun, selama ikhtiar tidak berhenti, selalu ada kemungkinan bahwa sesuatu yang kita tunggu akan datang pada waktu terbaik.
Hari ini kami bersyukur.
Bukan karena merasa telah sampai di garis akhir, tetapi karena Allah telah memperlihatkan bahwa setiap proses memiliki makna.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin.
Semoga predikat Sekolah Unggul Muhammadiyah Pratama menjadi satu lagi langkah kecil menuju mimpi besar Kauman.
Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan tentang seberapa banyak penghargaan yang berhasil diraih, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang mampu diberikan dan seberapa banyak generasi yang berhasil dipersiapkan untuk masa depan.
Yang diperjuangkan dengan sabar, pada akhirnya akan menemukan waktu terbaik yang Allah tetapkan.*

0 Komentar