Oleh Dr. Rahmi, M.A.
Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
PADANG, kiprahkita.com –Cinta diposisikan sebagai ruh pendidikan yang memuliakan manusia sementara deeplearning menjadi jalan pedagogik untuk membawa proses belajar dari hapalan menuju pemahaman dari pemahaman menuju kesadaran dan dari kesadaran menuju pembentukan karakter
Di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat ditandai oleh revolusi digital, pergeseran nilai sosial dan tantangan krisis makna dalam dunia pendidikan madrasah dituntut untuk tidak sekadar beradaptasi tetapi bertransformasi .deeplearning yang menekan pembelajaran mendalam, berkesadaran dan bermakna dengan kurikulum cinta yang menjadikan kasih sayang sebagai ruh pendidikan.
Deeplearning sebagai suatu pendekatan pembelajaran joyfull, mindfull, dan meaningfull sementara kurikulum cinta dirancang sebagai kerangka nilai yang menumbuhkan. Relasi humanis antara guru dan peserta didik serta memperkuat integrasi ilmu, iman, dan amal.
Dengan mengkolaborasikan kurikulum berbasis cinta di madrasah dengan pendekatan deeplearning akan terciptalah generasi muda yang bukan hanya cerdas secara intelektual tetapi juga cerdas secara emosional dan spritual.*

0 Komentar