MTsN 12 Tanah Datar Dibobol Maling, Kerugian Ditaksir Rp64,6 Juta

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Tanah Datar di Nagari Pitalah, Kecamatan Batipuh, dibobol pencuri. Sejumlah barang elektronik milik sekolah dan guru, uang infak, serta tabungan siswa raib dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp64.635.000.


Peristiwa pencurian itu diketahui pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 05.40 WIB oleh penjaga madrasah saat hendak membuka ruang majelis guru. Penjaga mendapati pintu ruangan sudah terbuka, sementara laci dan loker guru dalam kondisi berantakan.




Padahal, berdasarkan pemeriksaan rutin pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 22.15 WIB, lingkungan madrasah masih terpantau aman dan tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan.


Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada salah seorang guru, Zulfa Mariani, yang tiba di sekolah sekitar pukul 06.40 WIB. Pihak madrasah selanjutnya menghubungi kepala madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, serta Polsek Batipuh.


Personel Polsek Batipuh tiba di lokasi sekitar pukul 07.15 WIB untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.


Berdasarkan pendataan Kepala MTsN 12 Tanah Datar, Yuniar, S.Ag., barang yang hilang meliputi dua laptop Acer, satu laptop HP, satu notebook, dua unit proyektor, satu kamera Canon 1300D beserta perlengkapannya, dua laptop pribadi milik guru, dan tiga flashdisk.


Selain barang elektronik, pencuri juga membawa uang sumbangan untuk korban bencana di Solok sebesar Rp560.000, uang dalam dua kotak infak senilai Rp600.000, serta tabungan siswa kelas VIII.G sebesar Rp100.000.


Data Administrasi dan Pembelajaran Terdampak

Yuniar mengatakan, pencurian tersebut menjadi perhatian serius bagi keluarga besar MTsN 12 Tanah Datar. Hilangnya sejumlah perangkat elektronik dikhawatirkan mengganggu kegiatan administrasi dan pembelajaran karena perangkat tersebut menyimpan data penting sekolah dan aktivitas siswa.


Ia berharap kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan menemukan kembali barang-barang yang hilang, terutama perangkat elektronik beserta data yang tersimpan di dalamnya.


Pihak madrasah, lanjutnya, menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian. Yuniar juga mengajak masyarakat di Nagari Pitalah dan sekitarnya untuk membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku atau barang-barang milik sekolah yang hilang.


Ia turut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan guna mencegah kejadian serupa terulang.


Hingga berita ini disusun, informasi mengenai identitas pelaku maupun perkembangan pengungkapan kasus belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.*

Posting Komentar

0 Komentar