Jalan Soekarno Hatta, Kota Padang Panjang, tampil semakin memesona saat bunga Tabebuya bermekaran. Deretan pohon dengan bunga beragam warna itu menghadirkan pemandangan yang menarik perhatian warga. Bahkan, suasananya mengingatkan sebagian orang pada keindahan jalanan di Jepang dan Korea Selatan.
Bunga berwarna merah muda, putih, hingga krem menghiasi pepohonan dan mempercantik wajah kota. Tak heran, kawasan ini menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk berswafoto, membuat video, atau sekadar menikmati suasana bersama keluarga dan sahabat.
Sebagian warga bahkan menyebutnya sebagai “Jepangnya Padang Panjang” atau “Koreanya Padang Panjang”. Sebutan tersebut menggambarkan kekaguman mereka terhadap keindahan Tabebuya yang menghadirkan suasana berbeda di Kota Serambi Mekkah.
Ketika bunga-bunga bermekaran dan sebagian mulai berguguran, pemandangan di sepanjang jalan itu terasa semakin istimewa. Pepohonan berbunga menjadi dekorasi alami yang memikat, mengundang warga untuk berhenti sejenak dan mengabadikan momen.
Pesonanya pun dinikmati berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Ada yang datang bersama keluarga, berkumpul dengan sahabat, maupun merekam video untuk dibagikan melalui media sosial.
Bagi generasi muda, Tabebuya menawarkan latar foto yang estetik. Sementara itu, bagi keluarga dan warga yang lebih dewasa, momen ini menjadi kesempatan menikmati suasana kota sekaligus menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.
Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Panjang Arni Jayatri menjelaskan, Tabebuya di kota ini telah ditanam sejak 2021.
Disebutkannya, Tabebuya memiliki keunggulan dari sisi estetika maupun fungsi lingkungan. Ketika musim berbunga tiba, pohon ini menghadirkan pemandangan yang indah. Sementara itu, tajuk dan daunnya yang rimbun dapat memberikan keteduhan. Keberadaan pohon tersebut turut menambah daya tarik ruang publik, terutama bagi warga yang ingin menikmati suasana di bawah pepohonan sambil menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.
Selain di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Tabebuya juga tumbuh di sejumlah titik lain di Padang Panjang. Di Taman M. Sjafei terdapat satu pohon Tabebuya berbunga kuning, sedangkan di dekat lampu merah Hotel Hasiba terdapat dua pohon dengan warna serupa.
Keindahan tabebuya juga menarik perhatian Fauzana Adma, yang akrab disapa Aling. Video yang diunggahnya melalui akun TikTok pribadi sempat menarik perhatian warganet. Aling mengaku, suasana jalan yang biasa dilaluinya saat pergi bekerja maupun bepergian ke pusat Kota Padang Panjang terasa berbeda sejak bunga Tabebuya bermekaran.
“Apalagi saat Tabebuya berguguran, sangat indah dipandang, ditambah kabut pagi yang menyelimutinya. Jadi, saya tertarik untuk mengabadikan momen ini,” katanya.
Ketertarikannya itu bahkan membuat Aling mengajak rekan-rekan sekantornya untuk berfoto dan membuat video sekitar pukul 06.00 pagi. Menurutnya, suasana pagi, kabut yang menyelimuti kawasan, serta pilihan busana bergaya musim dingin membuat hasil foto dan video terlihat semakin menarik.
Di tengah meningkatnya minat warga untuk mengabadikan keindahan Tabebuya, masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan, tidak memetik bunga atau merusak pohon, serta memperhatikan keselamatan saat mengambil foto dan video di tepi jalan.
Mekarnya Tabebuya bukan sekadar memperindah kota. Lebih dari itu, kehadirannya menghadirkan ruang bagi warga untuk menikmati keindahan alam, mempererat kebersamaan, dan menemukan kebahagiaan sederhana di tengah aktivitas sehari-hari. Di Padang Panjang, suasana yang mengingatkan pada jalanan Jepang atau Korea itu kini dapat dinikmati warga tanpa harus bepergian jauh. *

0 Komentar