Oleh: Dr. Rahmi, M.A.
Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
PADANG, kiprahkita.com –Dalam mengelola suatu organisasi, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan atau kompetensi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Pemimpin juga membutuhkan integritas serta networking (jejaring atau jaringan hubungan) yang baik. Ketiga aspek ini merupakan kombinasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berpengaruh, dipercaya, dan mampu membawa organisasi menuju kemajuan.
Sinergi antara networking dan integritas merupakan kombinasi emas. Networking tanpa integritas sama dengan manipulatif. Seorang manajer mungkin dikenal oleh banyak orang, tetapi tidak ada yang benar-benar mempercayainya untuk bekerja sama dalam jangka panjang. Hubungan yang dibangun cenderung bersifat transaksional dan rapuh.
Sebaliknya, integritas tanpa networking sama dengan terisolasi. Seorang manajer mungkin merupakan pribadi yang sangat baik dan jujur, tetapi pengaruh dan dampaknya terbatas karena tidak memiliki saluran atau hubungan untuk mengeksekusi ide-ide besarnya.
Oleh karena itu, jika tiga pilar tersebut digabungkan, yaitu kompetensi, networking, dan integritas, akan terbentuk sosok pemimpin yang memiliki pengaruh luas sekaligus dihormati. Pemimpin seperti ini mampu menggerakkan perubahan secara etis, membawa organisasi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkemajuan, serta menjadi pemimpin yang uswatun hasanah (teladan yang baik).
Sinergi networking dan integritas kombinasi emas.. Networking tanpa integritas sama dengan manipulatif. Manager mungkin dikenal banyak orang tetapi tidak ada benar-benar yang mempercayainya untuk kerja sama jangka panjang, hubungan yang dibangun bersifat transaksional dan rapuh. Integritas tanpa networking sama dengan terisolasi.
Manager mungkin orang yang sangat baik dan jujur tetapi pengaruh dan dampaknya terbatas karena tidak memiliki saluran atau hubungan untuk mengeksekusi ide-ide besarnya. Jika tadi pilar tadi digabungkan yaitu kompetensi, networking, dan integritas menjadi pemimpin yang berpengaruh luas sekaligus dihormati, mampu menggerakkan perubahan secara etis, membawa organisasi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkemajuan serta jadi pemimpin yang uswatun hasanah.*

0 Komentar