MTsN Padang Panjang Perkuat Karakter dan Kepercayaan Diri Siswa Melalui Apel Pagi

Oleh Yusriana, S.Pd

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

PADANG PANJANG, kiprahkita.com – MTsN Padang Panjang terus memperkuat pendidikan karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri peserta didik melalui kegiatan apel pagi rutin. Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah, Firmawati Anwar, M.Pd., kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, adaptif, serta berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik.


Setelah beberapa waktu melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, MTsN Padang Panjang kembali menggelar apel pagi pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan dipandu oleh guru piket mata pelajaran Bahasa Indonesia, Yusriana, S.Pd., dengan menampilkan sejumlah kegiatan yang mengintegrasikan pembiasaan religius, pengembangan keterampilan berbahasa, dan pembentukan karakter siswa.



Apel Pagi


Apel pagi sebagai wadah pembentuk karakter siswa diawali dengan penampilan murajaah Al-Qur’an Juz 1 oleh siswa dari asrama putri. Kegiatan pun biasanya dilanjutkan dengan penampilan bilingual dari siswa kelas VIII. Kali ini kelas VIII E yang memadukan bahasa Arab dan bahasa Indonesia.


Dalam penampilan tersebut, siswa dibiasakan membawakan acara secara Islami, mulai dari salam pembuka, mukadimah, penghormatan kepada kepala, guru, kakak kelas, dan hadirin teman sebaya, hingga penyusunan susunan acara yang sistematis. Mereka juga menampilkan kultum secara berkelompok dengan pembagian tugas, yakni satu siswa sebagai penyampai kultum, satu siswa membacakan dalil Al-Qur’an, satu siswa menyampaikan terjemahan dalil, dan satu siswa membacakan doa penutup.


Guru piket, Yusriana, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan bilingual tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah membekali siswa dengan keterampilan berbahasa yang relevan dengan perkembangan zaman. Kadang Indonesia-Arab, Indonesia-Inggris, dan Indonesia-Jepang, dan Mandarin.


“Orientasi pembelajaran saat ini sudah menuju go international. Karena itu, siswa harus memiliki kemampuan berbahasa sekaligus percaya diri untuk tampil di depan umum. Apel pagi inilah salah satu wadahnya,” ungkap Yusriana.


Menurutnya, pembiasaan tampil di hadapan teman-teman dan guru tidak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga membangun keberanian, tanggung jawab, serta keterampilan berkomunikasi secara santun dan terstruktur.


Selain pengembangan kompetensi, apel pagi juga menjadi sarana penegakan disiplin. Berdasarkan hasil operasi piket OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) dan MPK, ditemukan delapan siswa yang tidak disiplin dan tidak mengikuti apel pagi karena berada di toilet. Siswa tersebut kemudian mendapatkan pembinaan langsung dari Yusriana.


Pembinaan dilakukan melalui latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), termasuk penguatan pemahaman tentang tata cara menghormati bendera Merah Putih. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kembali sikap disiplin, rasa hormat terhadap simbol negara, serta mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.


Sebagai bagian dari penguatan karakter religius dan program tahfiz, siswa yang mendapatkan pembinaan juga diminta melafalkan satu ayat Al-Qur’an. Siswa kelas VIII melafalkan ayat dari Juz 1, sedangkan siswa kelas IX dari Juz 2, sesuai dengan surah yang menjadi setoran tahfiz mereka di kelas.




Melalui kegiatan apel pagi yang terintegrasi dengan pembiasaan keagamaan, bilingual, dan kedisiplinan, MTsN Padang Panjang terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya peserta didik berkarakter Islami, percaya diri, disiplin, serta memiliki kompetensi yang relevan dengan tuntutan masa depan.


Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan program peningkatan nilai karakter madrasah dan pengembangan pendidikan bilingual sebagai bagian dari upaya mewujudkan madrasah yang berkualitas dan berdaya saing ke depana.*

Posting Komentar

0 Komentar