Abu Vulkanik Marapi Kembali Sirami Padang Panjang - Kiprah Kita | Nuansa Baru

Breaking News

close

Kamis, 29 Februari 2024

Abu Vulkanik Marapi Kembali Sirami Padang Panjang

PADANG PANJANG, kiprahkita.com - Setelah beberapa hari agak nyaman dari siraman abu vulkanik, Kamis (29/2) pagi ini, 'isi perut' Gunung Marapi kembali menyirami Kota Padang Panjang.


Gunung yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Agam, Provinsi Sumatera Barat itu, mengalami erupsi sekira pukul 06.35 WIB. Namun karena gunung tak teramati secara visual, maka tinggi kolom abunya tak bisa diperkirakan.


Pada pukul 00.24 WIB, Marapi juga mengalami erupsi dengan kondisi yang sama dengan pagi ini, yakni tidak teramati secara visual.


Selain menyiram Kota Padang Panjang yang berjarak minimal sekitar sepuluh kilometer dari kawah, abu vulkanik juga terdeteksi sampai ke Padang Pariaman dan sebagian Agam. 


Namun hingga berita ini dirilis, belum diperoleh informasi, apakah abu vulkanik itu sampai ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Untuk diketahui, bandara kebanggaan masyarakat Sumbar itu, sudah tiga kali melakukan penutupan operasional akibat abu vulkanik Marapi.


Saat ini, Marapi berada pada status Level III atau Siaga, setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB), menaikkannya dari Level II atau Waspada, pada 9 Januari 2024 pukul 18.00 WIB.


Marapi terakhir mengalami erupsi besar pada Ahad, 3 Desember 2023 pukul 15.40 WIB, mengakibatkan 24 orang pendaki meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka bakar.


Sementara itu, mengikuti infrmasi yang dirilis pada laman Magma Indonesia, selain mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik, kegempaan Marapi juga tercatat cukup banyak sejak pukul 00.01 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi ini.


Sedikitnya terjadi 22 kali gempa hembusan, dua kali gempa letusan atau erupsi, satu kali low frequency, satu kali vulkanik dalam, satu kali tektonik jauh, dan satu kali tremor menerus.


Sekitar 12 jam sebelumnya, yakni pukul 18.00-23.59 WIB, Rabu (28/2), Gunung Marapi mengalami 79 kali gempa hembusan, satu kali tornillo, satu kali low frequency, dua kali vulkanik dalam, satu kali vulkanik dangkal, satu ali tektonik lokal, satu kali tektonik jauh, dan satu kali tremor menerus.(mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar