Panen Bawang Merah di Nagari Cubadak: Apresiasi dan Komitmen Pemerintah Daerah
TANAH DATAR, kiprahkita.com –Pada Minggu, 3 Agustus 2025, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, hadir dalam acara panen bawang merah yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani BMC Jaya di Sawah Gobah, Jorong Cubadak, Kecamatan Lima Kaum. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Pemda Tanah Datar dan menunjukkan dukungan nyata dari pemerintah terhadap pertanian lokal untuk ketahanan pangan di Kabupaten Tanah Datar khususnya.
Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan panen bawang merah oleh kelompok tani tersebut. Kelompok BMC Jaya, yang terbentuk dari petani senior dan milenial di Nagari Cubadak, telah melakukan dua siklus tanam: pertama pada tahun 2024 dengan 25 kg bibit menghasilkan panen sebesar 230 kg; dan tahun ini, mereka menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan ([Infopublik][1]).
![]() |
Panen Bawang Merah |
Pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Ahmad Fadly, Kadis Pertanian Sri Mulyani, dan pejabat Forkopimda turut hadir mendampingi selama kegiatan panen. Ini menegaskan komitmen Pemkab dalam mendorong Nagari Cubadak menjadi sentra bawang merah, sejalan dengan visi swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun kelompok tani BMC Jaya masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, dukungan penuh dari pemerintahan nagari serta bantuan pelatihan, bibit, dan pupuk tetap dilanjutkan. Namun, terdapat kendala regulasi karena dana ketahanan pangan harus dialihkan melalui Bumnag sebelum diteruskan ke kelompok tani ([Infopublik][1]).
Keberhasilan ini sejalan dengan pandangan Bupati Eka Putra bahwa sektor pertanian—khususnya komoditas seperti bawang merah—memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanah Datar. Produksi bawang yang cukup bahkan mampu membantu menekan inflasi daerah ([Tanah Datar][2]). Kabupaten ini telah memiliki varietas unggulan seperti Sumbu Marapi untuk bawang merah, yang menjadi simbol keberhasilan inovasi pertanian lokal.
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemda juga telah mencanangkan program-program lainnya seperti bantuan alat pertanian, pengembangan alsintan terpusat, pendidikan pertanian modern, dan hilirisasi produk pertanian agar petani tidak bergantung pada harga jual segar semata ([Tanah Datar][2]).
Acara panen bawang merah di Nagari Cubadak bukan hanya momen seremonial, melainkan simbol konkret dari strategi pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi lokal melalui produktivitas pertanian yang terorganisir. Apresiasi langsung dari Bupati Eka Putra memperkuat posisi kelompok tani lokal sebagai ujung tombak pencapaian swasembada pangan di Tanah Datar.
Bupati Tanah Datar Eka Putra turut didampingi Ketua PKK Ny Lise Eka Putra menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada Kelompok Tani dan Pemerintah Nagari Cubadak.
“Atas nama pemerintah daerah dan pribadi, saya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada Nagari Cubadak, khususnya Keltan BMC Jaya yang telah mampu panen bawang dengan hasil berlipat,” ujar Bupati.
Dikatakan Eka Putra, keberhasilan Keltan BMC Jaya hendaknya menjadi motivasi dan contoh bagi Keltan dan nagari lain di Kabupaten Tanah Datar.
“Saya mengajak Keltan ataupun Pemerintah Nagari untuk melahirkan program inovasi untuk ketahanan pangam di nagari masing-masing. Dan khusus untuk tanam bawang merah, bisa menjadikan BMC Jaya Nagari Cubadak sebagai contoh,” katanya.
Ditekankan bupati lagi, kekompakan lembaga unsur di nagari tentunya sangat dibutuhkan dalam menyukseskan berbagai program pembangunan dan kemasyarakatan di nagari.
“Dalam kegiatan panen hari ini, kehadiran ketua KAN, ketua BPRN dan berbagai unsur nagari membuktikan kekompakan dan kerjasama yang baik, tetap pertahankan selalu, karena kekompakan ini menjadi hal utama dalam menjalankan roda pemerintahan nagari dengan baik,” pesannya.
Di samping itu, tambah bupati, dikarenakan memberikan bukti nyata untuk turut meningkatkan produksi bawang merah di Tanah Datar, Keltan BMC Jaya akan diberikan bantuan untuk masa tanam berikutnya.
“Hal seperti hari inilah Pemerintah Daerah akan hadir, guna mendukung pelaksanaan program nagari, dan khusus BMC Jaya diberikan bantuan kompos, MPK dan pupuk organik serta mulsa untuk masa tanam berikut,” tukas Bupati Eka Putra.
Sementara itu Ketua Keltan BMC Jaya menyampaikan Keltan yang beranggotakan 14 orang telah melaksanakan panen untuk kedua kalinya. “Alhamdulillah, panen perdana dulu dengan 25 kg bibit bawang kita mampu panen 250 kg. Hasil itu sebagian kita jual dan sebagian kita jadikan bibit. Dan untuk hari ini kita panen dari 50 kg bibit, semoga hasilnya juga akan berlipat ganda,” sampainya.
Walinagari Cubadak Anggerno Parawito menyampaikan, Keltan BMC Jaya merupakan salah satu kelompok tani binaan Nagari Cubadak dalam mendukung program ketahanan pangan. “Alhamdulilah, Keltan BMC Jaya yang merupakan binaan Pemerintah Nagari Cubadak telah mampu panen untuk kedua kalinya, dan luar biasanya adalah masa tanam sampai panen hanya dalam waktu 60 hari saja,” ujarnya.
Di nagari Cubadak juga ada kelompok tani yang bertanam jagung dan juga ada tambak atau kolam ikan. Sementara itu Tim Percepatan Pembangunan Tanah Datar diwakili Mukhtar Effendi menyampaikan apresiasi dan juga berharap Keltan BMC Jaya terus menanam bawang merah. “Apa yang dilaksanakan Keltan BMC Jaya dengan bimbingan Pemerintah Nagari patut diapresiasi, dan pesan Saya khusus untuk tanam bawang, kebutuhan air menjadi salah satu hal penting dalam melaksanakan tanam bawang ini,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua TP PKK Ny Lise Eka Putra juga menyampaikan apresiasi kepada Keltan BMC Jaya bersama Pemerintah Nagari Cubadak sehingga berhasil melaksanakan budidaya bawang merah tersebut. “Ke depan, tidak hanya Keltan, saya harap masyarakat, ibu-ibu khususnya untuk memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan sekitar untuk dimanfaatkan, tidak hanya menanam bawang merah, tapi bisa tanaman lain yang produktif,” pesannya.(R/Prokopim/Yus MM)*
0 Komentar