PASAMAN BARAT, kiprahkita.com –Pengurus PC (Pimpinan Cabang) Muhammadiyah Lembah Melintang, Pasaman Barat, melaksanakan perkaderan dengan nama Baitul Arqom. Kegiatan ini diikuti unsur pimpinan, pengurus dan anggota Muhammadiyah se Lembah Melintang.
Latihan kepemimpinan bagi unsur pimpinan, pengurus dan anggota Muhammadiyah se kecabangan Lembah Melintang, berlangsung selama tiga hari, dari hari Minggu sampai Selasa, 28 - 30 Desember 2025 di SMP Muhammadiyah Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang.
Mizlan bersama Denni Mailizon, Sabtu, 28 Desember 2025, melalui materinya "Peran Tauhid dalam Kehidupan" pada materi sampaikan Baitul Arqam Muhammadiyah bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Amal Usaha Muhammadiyah di Cabang Lembah Melintang.
Baitul arqam, jelasnya adalah suatu bentuk sistem perkaderan Muhammadiyah yang merupakan modifikasi atau penyesuaian dan penyederhanaan dari Darul Arqam yang berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan untuk menciptakan kesamaan dan kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir di kalangan Pimpinan maupun anggota Persyarikatan dalam melaksanakan misi Muhammadiyah.
Modifikasi atau penyesuaian dan penyederhanaan Baitul Arqam atas Darul Arqam terletak pada waktu, metode, kurikulum dan penyelenggaraannya. Baitul Arqam disebut juga “Baitul Arqam 24 jam” karena jangka waktu pelaksanaannya 24 jam.
Anggota maupun Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah pada umumnya memiliki aktivitas yang beragam dan tersebar disatu atau lebih kegiatan. Di samping aktivitas intern dilingkungan Muhammadiyah sendiri. Apalagi dalam perkembangan masyarakat seperti sekarang ini, juga mungkin pada masa mendatang, corak kegiatan tersebut semakin bervariasi lagi. Keadaan tersebut dengan sendirinya membuat mereka semakin sedikit memiliki peluang untuk mengikuti kegiatan lain, seperti mengikuti perkaderan yang menuntut persyaratan termasuk yang dipandang “berat”.
Padahal bagaimanapun setiap anggota apalagi Pimpinan Persyarikatan termasuk mereka yang ada di Majelis, Ortom (Organisasi Otonom), Badan. Lembaga, bahkan amal usaha, harus memiliki sikap, wawasan, cara berpikir, bahkan langkah yang sama dan menyatu dalam melaksanakan misi Muhammadiyah yang diantaranya dapat dikembangkan melalui perkaderan seperti Darul Arqam.
Demikian halnya, Pimpinan Persyarikatan dalam koordinasi Majelis Pendidikan Kader, di masing-masing tingkatan tidak memiliki yang merata untuk bisa menyelenggarakan kegiatan perkaderan seperti Darul Arqam, karena berbagai faktor seperti kewenangan, situasi dan kondisi, dan perangkat-perangkat lainnya.
Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kaderisasi dengan menggelar kegiatan perkaderan Baitul Arqam. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan, pengurus, serta anggota Muhammadiyah se-Lembah Melintang.
Baitul Arqam tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, 28–30 Desember 2025, dan dipusatkan di SMP Muhammadiyah Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Kegiatan ini menjadi wadah latihan kepemimpinan sekaligus pembinaan ideologi bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat cabang.
Salah satu pemateri, Mizlan, bersama Denni Mailizon, menyampaikan materi bertajuk “Peran Tauhid dalam Kehidupan” pada Sabtu, 28 Desember 2025. Materi ini disampaikan dalam rangka Baitul Arqam Muhammadiyah bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Cabang Lembah Melintang.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Baitul Arqam merupakan salah satu sistem perkaderan Muhammadiyah yang merupakan modifikasi dan penyederhanaan dari Darul Arqam. Perkaderan ini berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan, dengan tujuan menciptakan kesamaan sikap, integritas, wawasan, serta cara berpikir di kalangan pimpinan dan anggota Persyarikatan dalam menjalankan misi Muhammadiyah.
Modifikasi Baitul Arqam dari Darul Arqam terletak pada aspek waktu, metode, kurikulum, dan penyelenggaraannya. Baitul Arqam juga dikenal sebagai “Baitul Arqam 24 Jam” karena pelaksanaannya dilakukan dalam waktu yang lebih singkat dan intensif, sehingga lebih mudah diikuti oleh peserta.
Hal ini menjadi penting mengingat sebagian besar pimpinan dan anggota Muhammadiyah memiliki aktivitas yang beragam, baik di internal Persyarikatan maupun di luar organisasi. Bahkan, seiring perkembangan masyarakat, variasi aktivitas tersebut cenderung semakin meningkat. Kondisi ini membuat peluang untuk mengikuti perkaderan dengan persyaratan yang lebih berat menjadi semakin terbatas.
Padahal, setiap anggota, terlebih pimpinan Muhammadiyah—baik yang berada di Majelis, Organisasi Otonom (Ortom), badan, lembaga, maupun amal usaha—dituntut memiliki sikap, wawasan, dan langkah yang sejalan dalam melaksanakan misi Muhammadiyah. Perkaderan seperti Baitul Arqam menjadi salah satu sarana strategis untuk menyatukan visi dan gerak tersebut.
Selain itu, keterbatasan kewenangan, situasi, kondisi, serta perangkat pendukung di masing-masing tingkatan pimpinan Persyarikatan juga menjadi faktor yang membuat penyelenggaraan perkaderan seperti Darul Arqam belum dapat dilaksanakan secara merata. Oleh karena itu, Baitul Arqam hadir sebagai solusi yang adaptif dan efektif dalam memperkuat ideologi serta kepemimpinan kader Muhammadiyah di berbagai level.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, PC Muhammadiyah Lembah Melintang berharap dapat melahirkan kader-kader yang memiliki pemahaman ideologis yang kokoh, kepemimpinan yang matang, serta kesiapan untuk menggerakkan Muhammadiyah secara berkemajuan di tengah tantangan zaman. (gmz)*

0 Komentar