PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Surau Buya Hamka di Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Jumat (17/4). Dalam kunjungan kerja tersebut, Mendikdasmen turut memberikan bantuan stimulan senilai Rp300 juta untuk percepatan pembangunan fasilitas tersebut.
![]() |
| Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. mengapresiasi dedikasi Pesantren Kauman |
Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh nasional dan daerah, antara lain Ketua PP Muhammadiyah Dr. h. Anwar Abbas, M.M., M.Ag., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D., Anggota Badan Pelaksana BPKH RI Harry Alexander, S.H., M.H., LL.M., Asisten 1 Gubernur Sumbar, PWM Sumbar, Walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis, BSBA, Kementerian Agama, serta Dinas Pendidikan.
Penyambutan meriah dari seluruh civitas akademika mengawali rangkaian acara di halaman utama pesantren. Mudir Pesantren Kauman, Dr. Derliana, MA., dalam laporannya menyampaikan capaian para santri yang kini mulai merambah kancah internasional.
"Saat ini, tercatat 4 santri kami telah diterima di lebih dari 20 perguruan tinggi luar negeri. Ada anekdot yang menyebut bahwa Kauman lahir di Jogja dan besar di Sumatera Barat. Perjalanan hampir satu abad ini membuktikan bahwa kauman terus relevan dalam mencetak kader bangsa," ujar Dr. Derliana.
Beliau menjelaskan bahwa Surau Buya Hamka ini nantinya akan diproyeksikan sebagai pusat kegiatan dakwah sekaligus laboratorium pembelajaran bagi para santri agar mampu meneladani pemikiran sang ulama besar, Buya Hamka.
Dalam arahannya, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. mengapresiasi dedikasi Pesantren Kauman dalam menjaga mutu pendidikan. Sebagai bentuk dukungan nyata, selain bantuan dana Rp300 juta, beliau memotivasi para santri untuk terus belajar dengan tekun seperti adanya tokoh kita masa lalu.
Sejalan dengan pusat, Walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis, BSBA., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung institusi pendidikan yang telah mengharumkan nama kota. Ia pun berkomitmen untuk memberikan bantuan dana pembangunan dari Pemko Padang Panjang sebesar Rp200 juta.
"Kauman adalah aset Nasional. Kami berharap Kemendikdasmen terus memberikan prioritas bagi pesantren ini karena kontribusinya yang luar biasa bagi lahirnya tokoh-tokoh besar di Indonesia," tutur Walikota.
Peletakan batu pertama ini bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan fisik, melainkan penanaman kembali semangat literasi dan dakwah yang dahulu dikobarkan oleh Buya Hamka. Dengan total komitmen bantuan mencapai setengah miliar rupiah, pembangunan surau ini diharapkan menjadi "kawah candradimuka" bagi lahirnya Hamka-Hamka muda dari tanah Minang.
![]() |
Sinar matahari sore di Padang Panjang seolah mengamini doa-doa yang dipanjatkan. Saat sesi foto bersama berakhir, tawa santri dan kehangatan interaksi antara pemerintah, pimpinan Muhammadiyah, dan para guru menjadi penanda kuat bahwa Pesantren Kauman Muhammadiyah tidak hanya besar dalam catatan sejarah, tetapi juga sedang melesat menuju masa depan emasnya. Kini, publik menanti berdirinya bangunan megah yang akan menjadi mercusuar dakwah di jantung Sumatera Barat tersebut. (TR)


0 Komentar