Asrul Jusan Resmi Nakhodai Hanura Tanah Datar

TANAH DATAR, kiprahkita.com Asrul Jusan resmi memegang kemudi Hanura Tanah Datar. Serah terima SK memang selesai dalam satu seremoni, tetapi pekerjaan politik justru baru dimulai. Di Luhak Nan Tuo, politik bukan soal spanduk dan struktur—ia soal kehadiran nyata di tengah rakyat yang makin kritis dan lelah oleh janji.

Kata kunci yang diucapkan Asrul Jusan—konsolidasi dan politik kerakyatan—terdengar normatif, namun justru di situlah ujiannya. Konsolidasi bukan sekadar merapikan struktur DPC hingga ranting, melainkan menyatukan ego, menyembuhkan luka dinamika internal, dan mengubah mesin partai dari simbol menjadi kerja. Tanpa itu, Hanura akan kembali jadi papan nama tanpa denyut.

Politik kerakyatan juga tak boleh berhenti di retorika. Rakyat Tanah Datar tak membutuhkan jargon “berpihak pada rakyat” yang diulang tiap periode. Mereka butuh partai yang hadir saat harga hasil tani jatuh, saat nagari berhadapan dengan bencana, saat pemuda kehilangan ruang dan arah. Jika Hanura ingin dipercaya, ia harus lebih dulu berguna.

Harapan DPD Hanura Sumbar kepada Asrul Jusan adalah energi baru. Namun energi saja tak cukup. Ia harus berani mengambil keputusan tak populer di internal, menutup kebiasaan lama yang membuat partai stagnan, dan membuka ruang bagi kader muda yang bekerja, bukan sekadar loyal.

Kepemimpinan baru ini akan diukur sederhana: apakah Hanura kembali hidup di warung kopi nagari, di lapangan pemuda, di sawah petani, dan di musyawarah rakyat—atau hanya hidup di baliho dan rapat internal. Di Tanah Datar, legitimasi politik tidak lahir dari SK, tetapi dari keberpihakan yang terasa.

Asrul Jusan sudah menjadi nakhoda. Ombak politik lokal tak ramah bagi pemimpin yang ragu. Jika ia konsisten, Hanura bisa kembali diperhitungkan. Jika tidak, sejarah akan mencatatnya sebagai satu lagi pergantian ketua—tanpa perubahan.


Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Tanah Datar resmi memasuki babak kepemimpinan baru. Asrul Jusan secara sah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Tanah Datar, yang diserahkan langsung oleh Ketua DPD Hanura Sumatera Barat, Edy Niswani, ST, di Kantor DPD Hanura Sumbar, Selasa (6/1/2026).

Penyerahan SK tersebut menandai berakhirnya dinamika internal sekaligus menjadi titik awal konsolidasi organisasi Hanura di Tanah Datar. DPD Hanura Sumbar menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru mampu menghidupkan kembali mesin partai hingga ke akar rumput.

Dalam sambutannya, Asrul Jusan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan partai kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab moral untuk membesarkan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Hanura harus hadir sebagai rumah politik yang jujur, bekerja nyata, dan benar-benar berpihak pada rakyat. Fokus kami ke depan adalah konsolidasi internal, penguatan kader, serta membangun kepercayaan publik,” ujar Asrul Jusan.

Ia juga menekankan pentingnya soliditas dan kerja kolektif seluruh kader Hanura Tanah Datar agar partai tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga relevan dalam menjawab persoalan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sumbar, Edy Niswani, ST, dalam sambutannya berharap kepemimpinan Asrul Jusan mampu membawa energi baru bagi Hanura Tanah Datar. Menurutnya, DPC Tanah Datar memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi signifikan dalam peta politik daerah.

“Kami berharap Ketua DPC yang baru segera melakukan konsolidasi, merapikan struktur, dan menggerakkan kader. Hanura harus tampil sebagai partai yang berani, jujur, dan konsisten membela kepentingan rakyat,” tegas Edy Niswani.

Dengan diterimanya SK tersebut, Asrul Jusan resmi memimpin DPC Hanura Kabupaten Tanah Datar. Tantangan ke depan pun terbentang luas: menguatkan organisasi, membangun kepercayaan publik, dan menjadikan Hanura sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di Luhak Nan Tuo (d13)


Posting Komentar

0 Komentar