TANAH DATAR, kiprahkita.com –Sebagai tempat tinggal saya sejak kecil, Nagari Andaleh memiliki makna yang sangat mendalam. Nagari ini terletak di Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, dan dikelilingi oleh panorama alam yang masih asri. Suasana nagari yang tenang, udara yang sejuk, serta kehidupan masyarakat yang ramah membuat Andaleh menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali.
![]() |
Akses menuju Nagari Andaleh dapat ditempuh melalui beberapa jalur, seperti Nagari Sabu dan Nagari Paninjauan. Namun, jalur yang paling sering digunakan adalah melalui Nagari Batu Banyak. Dari sana, terdapat sebuah gerbang masuk yang menandai wilayah Nagari Andaleh. Setiap kali melewati gerbang tersebut, saya selalu merasakan ketenangan khas kampung halaman yang sulit ditemukan di tempat lain.
Asal-Usul Nagari Andaleh
Nagari Andaleh memiliki cerita asal usul nama yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Dahulu, diceritakan ada seorang kakek yang berasal dari Nagari Pariangan dan hendak menuju Padang Panjang. Pada masa itu, masyarakat masih bepergian dengan berjalan kaki karena belum ada kendaraan.
Dalam perjalanannya, sang kakek merasa sangat lelah dan berhenti di sebuah daerah yang belum memiliki nama. Ia kemudian beristirahat sejenak sambil menancapkan tongkat yang digunakannya untuk berjalan. Tongkat tersebut terbuat dari kayu andaleh. Sambil memandangi suasana di sekitarnya yang masih alami dan asri, sang kakek pun berucap, “Andehlai rancaknyo nagari nyo lai,” yang berarti “Aduhai, indah sekali nagarinya.”
Setelah merasa cukup beristirahat, kakek itu melanjutkan perjalanannya menuju Padang Panjang. Namun, tanpa disadari, ia lupa mengambil kembali tongkatnya. Seiring berjalannya waktu, tongkat kayu andaleh yang tertancap di tanah tersebut tumbuh menjadi pohon andaleh. Orang-orang yang sering melintasi daerah itu kemudian menyebut kawasan tersebut dengan nama Andaleh. Sejak saat itulah, daerah tersebut dikenal sebagai Nagari Andaleh hingga sekarang.
Kuliner Khas Nagari Andaleh
Selain memiliki sejarah yang menarik, Nagari Andaleh juga terkenal dengan berbagai makanan khas yang masih dilestarikan hingga kini.
Salah satu makanan khasnya adalah lamang buluah atau lamang bambu. Lamang ini biasanya disajikan pada hari besar seperti Hari Raya, acara baralek, dan perayaan adat lainnya. Lamang buluah dibuat dengan cara melapisi bagian dalam bambu menggunakan daun pisang, kemudian diisi beras ketan atau puluik yang telah dicuci dan direndam, lalu ditambahkan santan. Setelah itu, bambu dibakar menggunakan arang selama kurang lebih dua jam sambil dibolak-balik agar matang sempurna.
Selain itu, terdapat gulai daging kabau (kerbau) yang biasanya disajikan saat acara adat batagak pangulu. Sebelum acara berlangsung, kerbau disembelih dan dagingnya dipotong kecil-kecil, kemudian dimasak menjadi gulai khas Minangkabau. Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan dan kekayaan adat di Nagari Andaleh.
Nagari Andaleh juga memiliki berbagai produk UMKM, seperti lotek atau pical yang terdiri dari sayuran, tahu, dan ketupat yang disiram kuah kacang. Selain itu, terdapat pula aneka roti, salah satunya roti o khas Andaleh, serta rakik maco dan rakik kacang yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, air, dan garam. Adonan tersebut digoreng menggunakan cetakan berbentuk segitiga atau segiempat, lalu ditaburi kacang atau maco (ikan kering).
Keindahan Alam Nagari Andaleh
Pada tahun 2021 hingga 2023, Nagari Andaleh sempat dijuluki sebagai Nagari Bungo. Julukan ini muncul karena hampir setiap sudut nagari dihiasi oleh bunga-bunga. Pada masa itu, masyarakat banyak membudidayakan bunga, baik di halaman rumah maupun di kebun, sehingga nagari terlihat indah dan penuh warna.
Namun, setelah tahun 2023, jumlah bunga di Nagari Andaleh mulai berkurang. Hal ini disebabkan oleh perubahan aktivitas masyarakat dan pemanfaatan lahan yang kembali difokuskan pada kebutuhan sehari-hari. Meskipun demikian, keindahan alam Nagari Andaleh tetap terjaga melalui suasana nagari yang asri, udara yang sejuk, serta lingkungan alam yang masih alami dan nyaman untuk ditinggali.
Tempat Rekreasi Masyarakat Nagari Andaleh
Selain keindahan alamnya, Nagari Andaleh juga memiliki beberapa tempat yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana rekreasi dan bersantai. Tempat-tempat ini memang belum ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah dan lebih sering dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Salah satu tempat tersebut adalah Pemandian Bulakan yang berjarak sekitar satu kilometer dari gerbang masuk nagari. Tak jauh dari lokasi pemandian juga terdapat beberapa spot foto yang menyuguhkan pemandangan Danau Singkarak. Tempat ini sering dimanfaatkan masyarakat untuk melepas penat dan menikmati suasana alam.Tempat ini juga tersedia beberapa pendopo untuk duduk dan beristirahat.
Selain itu, terdapat Panorama Kelok Taruko yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari gerbang masuk nagari. Dari kawasan ini, masyarakat dapat menikmati panorama alam yang luas dan indah. Di sekitar Kelok Taruko juga tersedia ampera yang menjadi tempat berkumpul dan menikmati makanan sambil memandangi alam sekitar.
Nagari Andaleh bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga nagari yang kaya akan sejarah, adat, kuliner, dan keindahan alam. Cerita asal usul namanya, makanan khas yang masih dilestarikan, serta kondisi alamnya menjadikan Andaleh sebagai nagari yang patut dibanggakan.
Melalui teks rekon ini, saya berharap semakin banyak orang yang mengenal Nagari Andaleh dan memahami nilai-nilai budaya serta kehidupan masyarakatnya. Nagari Andaleh merupakan bukti bahwa kekayaan sejarah dan alam dapat terus hidup berdampingan dengan kehidupan masyarakat yang sederhana dan harmonis. Anggi Denova Kelas 9i MTsN Padang Panjang*

0 Komentar