PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Di tengah pesatnya gelombang transformasi digital global, institusi pendidikan berbasis agama dituntut untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Salah satu yang tampil sebagai pionir adalah Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Di bawah visi progresif Mudir Pesantren, Dr. Derliana, MA, pesantren yang berlokasi di jantung Kota Serambi Mekkah ini tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi bertekad menjadi garda terdepan dalam digitalisasi pesantren di Indonesia.
![]() |
Dr. Derliana, MA, sebagai pemimpin pesantren, menegaskan bahwa digitalisasi bukan tujuan, tetapi sarana untuk memperkuat misi keilmuan dan dakwah. "Digitalisasi pesantren adalah keniscayaan. Ia adalah alat untuk melestarikan khazanah keilmuan Islam klasik sekaligus menyebarkannya dengan cara yang lebih luas, cepat, dan relevan bagi generasi digital," ujarnya.
Pesan utamanya jelas: integrasi antara al-muhafazhah ala al-qadim as-shalih (memelihara tradisi yang baik) dan al-akhdzu bi al-jadid al-aslah (mengambil inovasi yang lebih baik). Dalam hal ini, teknologi digital dipandang sebagai "wasilah" (perantara) untuk mencapai keberkahan ilmu.
Komitmen ini telah diwujudkan dalam beberapa terobosan konkret:
E-Learning dan Kurikulum Integratif: Pesantren mengembangkan platform pembelajaran daring khusus yang berisi materi tidak hanya pelajaran umum dan agama, tetapi juga kitab kuning yang telah didigitalisasi. Santri dapat mengakses syarah (penjelasan) kitab, video tutorial, dan forum diskusi dengan ustadz/ustadzah secara virtual.
Digital Library & Kitab Kuning Digital: Perpustakaan pesantren melakukan digitalisasi terhadap koleksi kitab langka dan arsip penting. Hal ini tidak hanya menjaga warisan intelektual dari kerusakan fisik, tetapi juga membuka akses bagi peneliti dan santri dari seluruh dunia.
Pengembangan Keterampilan Santri Millennial: Pesantren memasukkan mata pelajaran dan ekstrakurikuler berbasis digital, seperti desain grafis untuk media dakwah, dasar-dasar pemrograman, content creation, dan jurnalistik digital. Santri didorong untuk menjadi kreator konten yang positif di media sosial.
Manajemen Pesantren Berbasis Data: Sistem informasi pesantren terintegrasi digunakan untuk administrasi, keuangan, dan monitoring perkembangan santri. Orang tua dapat memantau aktivitas dan prestasi anaknya secara real-time melalui aplikasi khusus.
Dakwah Digital dan Jaringan Global: Melalui kanal YouTube, podcast, dan media sosial resmi, Pesantren Kauman aktif memproduksi konten dakwah yang moderat, substantif, dan menarik bagi kaum muda. Ini memperluas jaringan keilmuan hingga ke tingkat internasional.
Posisi Pesantren Kauman sebagai "garda terdepan" terletak pada kemampuannya menciptakan sintesis yang harmonis. Digitalisasi di sini tidak menggantikan hubungan guru-murid (sanad ilmu) yang sakral, tetapi justru memperkuatnya dengan mempermudah akses dan interaksi di luar kelas formal.
Pendekatan ini sesuai dengan semangat Muhammadiyah yang rasional, terbuka terhadap kemajuan, dan berorientasi pada amal nyata. Pesantren Kauman menunjukkan bahwa pesantren tidak boleh menjadi menara gading, tetapi harus aktif merespons tantangan zaman.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski telah melangkah jauh, tantangan seperti infrastruktur, kesenjangan literasi digital di antara sebagian guru senior, dan kebutuhan investasi berkelanjutan tetap ada. Namun, komitmen kuat dari pimpinan dan dukungan jaringan Muhammadiyah menjadi modal berharga.
Keberhasilan Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang diharapkan dapat menjadi model dan inspirasi bagi ribuan pesantren lain di Indonesia. Mereka membuktikan bahwa dengan niat yang tulus dan perencanaan yang matang, pesantren dapat memimpin perubahan, mencetak santri yang tidak hanya faqih fiddin (mendalam agamanya), tetapi juga mahir berteknologi dan siap berkiprah di masyarakat global.
Seperti kata Dr. Derliana, "Digitalisasi adalah jalan untuk menjadikan pesantren sebagai mercusuar peradaban, yang sinarnya kini dapat menjangkau lebih jauh melampaui batas tembok pesantren, menyinari umat di dunia maya dan nyata."
Dengan semangat itu, Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang terus bergerak, menjadi garda terdepan yang membawa pesantren memasuki era baru tanpa meninggalkan khittahnya. (TR)

0 Komentar