Oleh : Gusmizar
Pranata Humas Ahli Muda pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, dan Praktisi Jurnalis di Pasaman Barat
PASAMAN BARAT, kiprahkita.com –PESANTREN Kilat atau akrab juga disebut dengan Pesantren Ramadhan, merupakan salah satu kegiatan keagamaan, biasanya dilaksanakan di setiap bulan Ramadan di satuan pendidikan masing-masing, sesuai jadwal dan program pembelajaran yang dilakukan.
![]() |
Meskipun pesantren kilat atau pesantren Ramadhan dilaksanakan dalam waktu singkat. Kegiatan ini, memiliki manfaat besar untuk membentuk keimanan dan ketakwaan para siswa. Pada bulan Ramadhan tahun 1447/2026, kegiatan pesantren Ramadhan dimulai dari hari Senin, 23 Februari 2026 kemarin.
Membentuk Generasi Beriman, Bertaqwa dan Berpengetahuan Berakhlak Mulia
Secara umum, pesantren Ramadhan, seperti tahun 1447/2026 digelar di mushola, aula dan lokal masing-masing kelas, mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan SMA/SMK atau Madrasah Aliyah (MA), seperti di Pasaman Barat.
Pada pesantren kilat ini, membahas mengenai ibadah puasa. Pesantren kilat juga menjadi ajang para siswa untuk memperdalam pemahaman agama Islam secara lebih intensif. Selain membahas mengenai ibadah puasa, pada pesantren kilat ini juga terdapat kegiatan lainnya, seperti membahas mengenai salam, ceramah keislaman, tadarus Al-Qur'an, dan sesi tanya jawab oleh para siswa.
Pada saat membahas mengenal ibadah puasa ini siswa diminta untuk merangkum materi pada buku Ramadhan yang nantinya akan dikumpulkan setelah bulan Syawal kepada guru PAI (Pendidikan Agama Islam) di satuan pendidikannya masing-masing.
Setelah membahas mengenai ibadah puasa para siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan bahkan mendapatkan hadiah. Para siswa tentunya sangat antusias pada sesi tanya jawab ini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, diwakili Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), Hilaluddin di ruang kerjanya, Simpang Empat, Selasa (24/2) menyaksikan, setiap lembaga pendidikan dan madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, sampaikan, Alhamdulillah mulai Heri pertama sekolah di Ramadhan tahun ini, berbagai lembaga pendidikan memulai kegiatan pesantren Ramadhan, sesuai jadwal dan bentuk kegiatan yang dilaksanakan.
Di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, ulasnya, terdampak 15 madrasah negeri dan sejumlah madrasah swasta, ada dan tersebar di setiap kecamatan se Pasaman Barat.
Di Kecamatan Kinali, ulas Hilaluddin, ada MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 2 Pasaman Barat, MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) 3, dan MAN ((Madrasah Aliyah Negeri) 3 Pasaman Barat. Kecamatan Talamau ada MAN 4 Pasaman Barat, Kecamatan Pasaman, ada MTsN 4 dan MAN 5 Pasaman Barat.
Kecamatan Gunung Tuleh, ada MTsN 7 Pasaman Barat, Kecamatan Sungai Aur ada MTsN 5 Pasaman Barat, Kecamatan Lembah Melintang ada MTsN 2, dan MAN 2 Pasaman Barat, Kecamatan Parit Koto Balingka ada MTsN 6 Pasaman Barat, Kecamatan Sungai Beremas ada MIN 1, MTsN 1, dan MAN 1 Pasaman Barat, dan di Kecamatan Ranah Batahan ada MAN 6 Pasaman Barat.
Setelah membahas mengenai salam tersebut, kemudian membahas mengenai ibadah puasa yang dijelaskan bahwa ibadah puasa merupakan menahan segala sesuatu mulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.
Setiap umat islam diwajibkan berpuasa dengan di tandai wanita sudah menstruasi dan laki-laki sudah mimpi basah.
Syarat-syarat dikatakan sah apabila berpuasa yakni beragama islam, berakal sehat, sudah baligh, mampu. Selain itu juga dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang membatalkan puasa seperti tidak membaca niat, muntah secara disengaja, dan jima (hubungan suami istri di waktu berpuasa) yang hukumannya membayar puasa selama 2 bulan berturut-turut.
Puasa secara istilah merupakan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan niat tertentu. Melaksanakan puasa wajib (puasa Ramadan) hendaknya membaca niat di malam hari seperti setelah Isya’ maupun setelah shalat Tarawih. Puasa sunnah niat boleh dibaca kapan saja asalkan sebelum waktu Dzuhur atau waktu siang. Setelah membahas mengenai ibadah puasa dilanjut sesi tanya jawab, mengenai “Apakah ghibah juga dapat membatalkan puasa?” Begitu pertanyaan yang diajukan oleh salah satu siswa.
Kemudian Hilaluddin pun menjawab, jika ghibah atau membicarakan orang lain tidak membatalkan puasa, tetapi dapat menghilangkan pahalanya. Kegiatan ditutup dengan foto bersama oleh bapak ibu guru. Kegiatan pesantren kilat ini tentunya sangat memiliki manfaat yang sangat besar. (*)

0 Komentar