‘Aisyiyah Dorong Perempuan Kuasai Pendidikan dan Ruang Digital


YOGYAKARTA, kiprahkita.com Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Pimpinan Pusat 'Aisyiyah menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemanfaatan teknologi digital.


Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menyampaikan bahwa Hari Kartini bukan sekadar peringatan, tetapi momentum reflektif untuk meneguhkan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah


“Perempuan memiliki ruang luas untuk berkarya, berdaya, dan berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan,” ujarnya.


Jejak Perempuan dalam Sejarah

Salmah menyoroti kiprah sejumlah tokoh perempuan Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar, seperti Siti Walidah, Cut Nyak Dien, Rasuna Said, hingga Dewi Sartika.

Dalam lingkungan ‘Aisyiyah, peran perempuan juga tercermin dari tokoh seperti Siti Umniyah yang merintis pendidikan anak usia dini, serta Siti Baroroh Baried sebagai guru besar perempuan pertama di Indonesia.


Akses Pendidikan Kian Meningkat

Menurut Salmah, peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, merupakan capaian penting yang patut diapresiasi.

Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi perempuan, yang turut didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah seperti program beasiswa dan wajib belajar.

Ia menegaskan, pendidikan yang setara memungkinkan perempuan berperan aktif tidak hanya di ruang publik, tetapi juga dalam membangun kualitas keluarga.


Tantangan di Era Digital

Di era digital, perempuan dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kesenjangan akses teknologi, beban ganda, hingga risiko kekerasan berbasis gender di ruang digital.

Untuk itu, ‘Aisyiyah mendorong penguatan kapasitas perempuan melalui:

peningkatan literasi digital

pemanfaatan teknologi secara produktif

penguatan nilai keadaban dan keadilan


Komitmen Pendidikan Sejak Awal

Sejak berdiri, ‘Aisyiyah dikenal konsisten dalam mengembangkan pendidikan perempuan. Hingga kini, jaringan pendidikan yang dikelola terus berkembang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.


Ajakan Menghidupkan Semangat Kartini

Menutup pernyataannya, Salmah mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadikan semangat Kartini sebagai gerakan nyata.

“Semangat Kartini harus kita hidupkan, bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai gerakan untuk menghadirkan perempuan yang berdaya, berkemajuan, dan berkontribusi bagi peradaban bangsa,” pungkasnya.*

Posting Komentar

0 Komentar