JAKARTA, kiprahkita.com –Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan pinjaman dari International Monetary Fund (IMF) meski ketidakpastian ekonomi global masih berlangsung.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai bertemu dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat, pertengahan April 2026.
![]() |
Menurutnya, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia saat ini masih cukup kuat. Salah satu penopang utama adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun.
“IMF memang menyediakan dana bantuan bagi negara yang membutuhkan, tetapi Indonesia tidak memerlukannya karena anggaran kita masih sehat dan memiliki bantalan yang besar,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, ketahanan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari penyesuaian kebijakan yang telah dilakukan pemerintah sejak akhir tahun lalu. Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan ekonomi di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga energi.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa pihak IMF sempat mempertanyakan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang tidak menentu. Namun, ia menilai kebijakan yang diambil pemerintah terbukti efektif dalam meredam dampak gejolak eksternal.
Di sisi lain, IMF memperkirakan ketidakpastian ekonomi global masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Faktor geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, menjadi salah satu pemicu utama tekanan terhadap perekonomian dunia.
Meski demikian, pemerintah optimistis fundamental ekonomi domestik tetap solid. Selain didukung oleh ruang fiskal yang memadai, kepercayaan lembaga internasional dan investor global terhadap Indonesia juga dinilai terus meningkat.
Sikap pemerintah yang menolak pinjaman IMF sekaligus mencerminkan upaya menjaga kemandirian kebijakan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.*

0 Komentar