Rumah Bertahan di Tengah Jalan Tol Sejak 1990-an karena Sengketa Belum Usai

GHAZIABAD, kiprahkita.com Sebuah rumah di Desa Mandola, Ghaziabad, menarik perhatian publik setelah tetap berdiri di tengah proyek jalan tol yang baru diresmikan. Bangunan yang telah ada sejak 1990-an itu kini berada tepat di jalur Jalan Tol Delhi–Dehradun sepanjang 213 kilometer.

Rumah tersebut dijuluki “Swabhiman”—yang berarti harga diri—karena pemiliknya memilih bertahan dan menolak penggusuran meski proyek infrastruktur terus berjalan di sekitarnya.


Sengketa bermula ketika pemerintah melalui Dewan Perumahan Uttar Pradesh menawarkan ganti rugi atas lahan tersebut. Namun, almarhum Dr. Veersen Saroha menilai nilai kompensasi yang diberikan tidak layak, sehingga menggugat ke Pengadilan Tinggi Allahabad.


Di tengah proses hukum yang belum tuntas, proyek jalan tol tetap dilanjutkan. Pada 2020, Otoritas Jalan Raya Nasional India mengambil alih lahan sekitar yang sebelumnya telah dibebaskan untuk pembangunan jalan tol.


Ahli waris rumah tersebut, Lakshyaveer Saroha, kemudian kembali menggugat pihak berwenang karena penggunaan lahan yang masih dalam sengketa.


Hingga kini, belum ada putusan final dari pengadilan terkait status lahan tersebut. Akibatnya, rumah itu tetap berdiri di tengah jalan tol yang sudah beroperasi.


Adapun pembangunan Jalan Tol Delhi–Dehradun bertujuan memangkas waktu tempuh antara kedua kota dari sekitar enam jam menjadi hanya 2 hingga 2,5 jam. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp22–25 triliun dan memiliki enam jalur.


Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan benturan antara pembangunan infrastruktur besar dengan hak kepemilikan lahan, yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian.*

Posting Komentar

0 Komentar