Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus, Perkuat Kemandirian Industri Kesehatan Nasional

MALANG, kiprahkita.com Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi memulai pembangunan pabrik cairan infus melalui prosesi peletakan batu pertama yang dipimpin langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Karangploso, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, termasuk Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi ekonomi, bisnis, dan industri halal, sebagai bentuk komitmen persyarikatan dalam memperkuat sektor industri kesehatan nasional.


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menjelaskan bahwa pembangunan pabrik cairan infus merupakan langkah strategis Muhammadiyah untuk mewujudkan kemandirian di bidang layanan kesehatan. Menurutnya, selama ini jaringan rumah sakit Muhammadiyah masih bergantung pada pasokan produk dari pihak lain.


"Muhammadiyah memiliki sekitar 130 rumah sakit dan ratusan klinik yang membutuhkan cairan infus dalam jumlah besar. Dengan hadirnya pabrik ini, diharapkan kebutuhan internal dapat dipenuhi secara mandiri, bahkan mampu menyuplai rumah sakit lain di Indonesia," ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pembangunan pabrik tersebut bukan sekadar proyek bisnis, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi sekaligus memperkuat ekonomi umat melalui pengembangan industri bernilai tambah.


Menurut Haedar, Muhammadiyah ingin mendorong transformasi ekonomi masyarakat menuju sektor industri menengah hingga berteknologi tinggi yang memiliki daya saing dan memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional.


"Semangat Muhammadiyah adalah membangun ekosistem ekonomi rakyat yang mulai naik kelas ke ekonomi menengah ke atas," kata Haedar.


Selain memperkuat kemandirian layanan kesehatan, keberadaan pabrik cairan infus tersebut juga diharapkan menjadi kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 dan memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional.


Pabrik yang dibangun di kawasan Karangploso itu ditargetkan memasuki tahap produksi pada pertengahan tahun 2027. Setelah beroperasi, fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan jaringan rumah sakit Muhammadiyah sekaligus memasok pasar kesehatan nasional secara lebih luas.


Melalui investasi di sektor industri kesehatan ini, Muhammadiyah kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga sebagai pelopor penguatan ekonomi umat berbasis inovasi, profesionalisme, dan kemandirian.


Peletakan batu pertama oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah menjadi tanda dimulainya pembangunan pabrik cairan infus yang berlokasi di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang di Karangploso, Kabupaten Malang. Selain Haedar Nashir, peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah bidang ekonomi, bisnis dan industri halal.


Pemilihan pabrik cairan infus ini menurut Haedar selain karena Muhammadiyah memiliki 130 Rumah Sakit dan ratusan klinik yang selama ini untuk memenuhi kebutuhan masih disuplai pihak lain. Selain itu dengan memiliki pabrik sendiri, selain memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Muhammadiyah juga bisa memenuhi kebutuhan rumah sakit lain.


Pabrik cairan infus ini merupakan upaya Muhammadiyah membangun ekosistem bisnis kesehatan sekaligus menaikkan ekonomi umat dengan industri menengah ke atas. Selain itu, Muhammadiyah juga turut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas dan Indonesia Mandiri.


"Semangat Muhammadiyah adalah membangun ekosistem ekonomi rakyat yang mulai naik kelas ke ekonomi menengah ke atas," kata Haedar Nashir.


Pabrik cairan infus ini ditargetkan bisa memasuki tahap produksi pada pertengahan 2027 dan mulai memasok kebutuhan pasar kesehatan di Indonesia.  *

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar