YOGYAKARTA, kiprahkita.com –Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak masyarakat Indonesia untuk membangun budaya menanam dan memanfaatkan lahan sekecil apa pun sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus merawat lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Haedar Nashir melalui unggahan yang memperlihatkan aktivitasnya memanen buah mangga yang telah lama ditanam di Yogyakarta. Menurutnya, hasil panen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap lahan memiliki potensi untuk menghasilkan manfaat apabila dikelola dengan tekun dan penuh kesabaran.
![]() |
| Haedar Nashir |
![]() |
| Panen Mangga Jadi Refleksi Ketahanan Pangan |
"Pagi ini memanen buah mangga yang sudah sejak lama ditanam," tulis Haedar mengawali pesannya.
Ia menegaskan, hikmah yang dapat dipetik dari kegiatan sederhana itu adalah pentingnya membiasakan diri memanfaatkan lahan, meskipun terbatas, untuk kegiatan bercocok tanam. Selain memberikan manfaat ekonomi, langkah tersebut juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan keluarga.
Menurut Haedar, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Dengan wilayah yang luas dan tanah yang subur, bangsa ini memiliki modal besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat apabila seluruh potensi tersebut dikelola secara baik, amanah, dan bertanggung jawab.
"Indonesia luas sekali wilayahnya. Kalau betul-betul dikelola dengan baik, amanah, dan bertanggung jawab, insyaallah akan membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia secara adil," ujarnya.
Namun demikian, Haedar mengingatkan bahwa kemakmuran hanya dapat diwujudkan apabila pengelolaan sumber daya dilakukan dengan mengedepankan keadilan sosial. Ia mengingatkan agar tidak ada sikap tamak yang hanya mementingkan kesejahteraan segelintir orang, sementara sebagian besar masyarakat masih hidup dalam kekurangan.
"Syaratnya jangan ada yang tamak dan ingin makmur sendiri, sementara mayoritas rakyat berkekurangan," pesannya.
Secara khusus, Haedar juga menitipkan nasihat kepada generasi muda agar memiliki semangat bekerja keras, hidup mandiri, dan tidak mudah bergantung kepada orang lain. Menurutnya, masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh karakter generasi mudanya yang produktif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa.
"Anak-anak muda dan belia mesti mau bekerja keras dan mandiri," tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang berkemajuan, yakni melalui penguatan etos kerja, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi menuju Indonesia yang adil, makmur, dan berkeadaban.
Versi Ringkas
Pagi ini memanen buah mangga yang sudah sejak lama ditanam.
Hikmah yang dapat diambil bahwa kita perlu belajar memanfaatkan lahan sesempit apapun untuk bertanam. Selain merawat lingkungan, juga untuk ketahanan pangan.
Indonesia luas sekali wilayahnya kalau betul-betul dikelola dengan baik, amanah, dan bertanggungjawab Insya Allah membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia secara adil.
Syaratnya jangan ada yang tamak dan ingin makmur sendiri, sementara mayoritas rakyat berkekurangan. Anak-anak muda dan belia mesti mau bekerja keras dan mandiri.*
Baca Juga
http://www.kiprahkita.com/2026/06/dekopin-sumbar-audiensi-dengan-gubernur.html


0 Komentar