PASAMAN BARAT, kiprahkita.com –Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Asriwan, sampaikan, Allah SWT memberikan kemudahan kepada umat Islam, untuk mengetahui arah kiblat.
Kemudahan bagi umat Islam, terjadi saat Allah menetapkan hari tertentu untuk mengukur arah kiblat secara alami. Kemudahan itu diperoleh dengan menggunakan rashdul kiblat pada hari dsn waktu yang ditentukan.
![]() |
| Rashdul Kiblat dengan Baik dan Maksimal |
Penjelasan ini disampaikan Asriwan, saat memberikan amanat pada apel pagi di halaman kantor itu, Simpang Empat, Rabu (1/7). Apel perdana bulan Juli ini, diikuti para Kasi, kelompok pejabat fungsional, pelaksana dan siswa SMK Cersa Pasaman Barat, Kapar, yang melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di kantor itu.
Rashdul Kiblat, jelasnya adalah fenomena saat Matahari tepat berada di atas Ka'bah di Mekah. Umat Islam bisa memakai momen ini untuk mengukur atau memperbaiki arah kiblat secara akurat. Anda hanya perlu melihat arah bayangan benda tegak lurus pada waktu yang ditentukan.
Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun karena letak Ka'bah yang berada di antara garis khatulistiwa dan garis balik utara. Cara Mengukur Arah Kiblat
Siapkan tongkat atau benda lurus yang bisa berdiri tegak.
Letakkan benda di tempat yang rata dan terkena sinar Matahari langsung.
Pastikan jam Anda sudah tepat. Tepat pada waktu Rashdul Kiblat, lihat bayangan benda tersebut. Tarik garis dari ujung bayangan ke arah pangkal tongkat. Garis lurus tersebut adalah arah kiblat yang akurat.
Kapan Rashdul Kiblat Terjadi?
Peristiwa ini terjadi setiap tahun pada tanggal-tanggalk berikut:
Tanggal 27 atau 28 Mei
Tanggal 15 atau 16 Juli 2026.
Pada tanggal tersebut, fenomena terjadi sekitar pukul 16.27 WIB. Di waktu ini, posisi Matahari terlihat dari Indonesia dan bayangan semua benda yang tegak lurus akan mengarah tepat ke Ka'bah. .(gmz)*
Baca Juga
https://www.kiprahkita.com/2026/07/tiga-wartawan-ajo-pasbar-terima.html

0 Komentar