Membuka Cakrawala Berpikir Mendunia: Siswa SMP Muhammadiyah Bayur Maninjau Siap Dobrak Batas dengan Ilmu

AGAM, kiprahkita.com Hari ketiga pelaksanaan Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) di SMP Muhammadiyah Bayur Maninjau, Kabupaten Agam, berlangsung dengan penuh energi positif pada Rabu, 15 Juli 2026. Mengusung misi besar untuk mencetak generasi berwawasan global, para siswa baru diajak untuk mulai m cakrawala berpikir mendunia sejak dini.



Pada hari ketiga ini, Fortasi menghadirkan materi yang sangat krusial bagi perjalanan akademis dan organisasi siswa, yaitu "IPM sebagai Rumah untuk Bertumbuh dan Berkarya".


Untuk memantik semangat tersebut, sekolah menghadirkan dua narasumber inspiratif, Yuhaldi and Gizki, yang merupakan kader andalan dari Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padangpanjang. Kehadiran mereka sukses menularkan atmosfer berpikir kritis dan global kepada para peserta yang menyimak dengan penuh antusias.


Sambutan Hangat dari Kepala Sekolah

Kegiatan yang berlangsung lancar ini dibuka dengan sambutan yang hangat dan penuh keceriaan dari Kepala SMP Muhammadiyah Bayur Maninjau, Bapak Efri Deswanto, S.Kom. Dalam arahannya, beliau memotivasi seluruh siswa baru untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan gembira dan bersungguh-sungguh dari awal hingga akhir.


"Fortasi ini bukan sekadar masa pengenalan sekolah, melainkan gerbang awal bagi kalian untuk membentuk karakter. Jadilah siswa yang aktif, berani bermimpi besar, dan manfaatkan setiap kesempatan di sekolah ini untuk mengasah potensi terbaik kalian," ujar Efri Deswanto dengan penuh semangat.


Tiga Pilar Utama: Ilmu, Akhlak, dan Kepemimpinan

Dalam pemaparan materi, Yuhaldi dan Gizki menekankan bahwa tantangan zaman di masa depan menuntut pelajar untuk tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tangguh secara mental dan organisasi. Melalui wadah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), siswa diajak untuk menanamkan tiga pilar penting:


Pertama, Berpikir Kritis & Menembus Batas Dunia: Siswa didorong untuk tidak cepat puas dengan ilmu yang ada. Pengembangan keilmuan harus didekati secara kritis agar ilmu pengetahuan yang dimiliki mampu menjadi kunci untuk membuka batas-batas dunia.

 

Kedua, IPM Sebagai Wadah Bertumbuh: IPM bukan sekadar organisasi biasa, melainkan rumah yang subur untuk menumbuhkan tiga aspek utama dalam diri siswa secara seimbang: pengetahuan (intelektual), akhlak (moralitas), dan kepemimpinan (leadership).


Ketiga, Mengaktifkan Jejaring Organisasi: Sejak SMP, siswa dibiasakan untuk membangun dan mengaktifkan jejaring (networking). Koneksi yang dibangun melalui IPM saat ini akan menjadi modal investasi sosial yang sangat berharga untuk kesuksesan karir dan kontribusi mereka di masa depan.


Semangat Baru Menuju Masa Depan

Kemeriahan dan dinamika diskusi interaktif selama sesi berlangsung membuktikan bahwa jarak geografis tidak membatasi mimpi para siswa di tepian Danau Maninjau ini. Dengan pembekalan yang matang pada Fortasi hari ketiga ini, SMP Muhammadiyah Bayur Maninjau optimis dapat melahirkan kader-kader bangsa yang berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, dan siap bersaing di kancah dunia.*

Posting Komentar

0 Komentar