Brainstorming: Proses Berpikir Kreatif dalam Merebut Ide

PADANG PANJANG, kiprahkita.com Komunitas Seni Kuflet laksanakan diskusi rutin bertajuk "Mengulik Peran Brainstorming dalam Proses Kreatif Berkarya Seni" di Sekretariat Komunitas Seni Kuflet, Sabtu (28/2/2026) yang menjadi pemantik Rezi Ilfi Rahmi, M.Sn., yang dimoderatori Adriyan. Papar Ketua Harian Komunitas Seni Kuflet Nofa Dwi Saputra.



Narasumber, Rezi ilfil Rahmi, S.Sn., M.Sn., mengatakan,  Brainstorming merupakan suatu proses berpikir kreatif untuk menemukan ide dengan cara menyimpan ide yang telah didapatkan, lalu ditulis melalui catatan dan gambar. Ujar Alumni Pascasarjana ISI Padangpanjang yang juga alumni Kuflet.




Rezi menambahkan, Ketika sudah mendapatkan ide, sebaiknya ide tersebut tidak hanya diingat, melainkan dengan cara mencatat atau menggambar ide tersebut disebuah kertas. Ujar Rezi yang merupakan seniman rupa.


Sekretaris Komunitas Seni kuflet Teuku Varuq menanyakan apakah chat gpt termasuk kedalam proses brainstorming? tanya Varuk.


Rezi menyatakan, Chat gpt tidak 100 persen benar, boleh bertanya kepada chat gpt, akan tetapi harus diubah sedemikian rupa. Hal itu wajar dikarenakan perkembangan teknologi. Chat gpt cukup membantu, akan tetapi lebih baik berkarya dari ide sendiri. Ujarnya.


Peserta diskusi, Fitri  menanyakan Jika ingin membuat puisi tetapi terhenti di ide, apa yang harus dilakukan?  tanyanya.


Rezi menjelaskan bahwasannya,  Dengan sering membaca puisi nanti akan muncul ide baru, lalu bisa diingat, dicatat, kemudian dapat diwujudkan menjadi karya. Paparnya.


Sementara itu Soeryadarma Isman mempertanyakan,  bagaimana cara kakak sebagai perupa  mendapatkan ide tersebut? 


Rezi menjelaskan dengan detail,, Biasanya saya memulai dengan dekoratif, proses awal dari ide, contoh seperti anak-anak bermain, lalu dikaitkan dengan anak-anak zaman sekarang yang lebih memilih gadget untuk media bermain. Setelah mendapatkan ide, lalu dicatat dan dibuat sketsanya, dan karya siap untuk dipamerkan. Tuturnya. 


Pendiri Komunitas Seni Kuflet Dr. Sulaiman Juned mengatakan,  Ada sedikit perbedaan antara sastra dan seni rupa, sastra harus membuat jembatan keledai, sedangkan seni rupa harus mencakup promosinya. Kalau menulis cerpen dan puisi harus detail. Kuncinya harus perbanyak membaca agar memiliki banyak diksi.  Menguasai kamus bahasa Indonesia dengan, kamus istilah dan kamus poluler. Ujar sastrawan yang juga sutradara teater tersebut.


Windi peserta diskusi memoeryanyakan, bagaimana  kalau di fotografi, untuk Tugas Akhir harus memiliki 20 karya dalam satu ide, bagaimana cara memecahkannya.


Rezi memberi jawaban, Ide bisa muncul darimana saja, tergantung objek yang akan dijadikan karya itu apa. Langsung perhatikan objek atau fenomenanya, semisal ingin mengambil objek sawah, datang langsung ke sawah. Nanti cirikhas karya akan ada pada diri sendiri. Papaparnya.


Peserta diskusi Ichsan Saputra, M.Sn., mengatakan, Hal itu tergantung mau genre apa, tentukan objek, karena seluruh karya bersifat bebas dan harus sering bereksperimen untuk mengembangkan ide. Ujar Magister Fotografi itu. (*/Petir)

Posting Komentar

0 Komentar