Menelusuri Jejak Buya Hamka dan Kunci Sukses Kauman": Rombongan Kwala Madu Langkat Terkesan dengan Transformasi Pesantren Internasional

PADANG PANJANG, kiprahkita.com Suasana yang hangat dan penuh keakraban menyelimuti kompleks Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang pada Selasa, 14 Juli 2026. Pesantren yang baru beberapa bulan lalu diluncurkan sebagai pesantren bertaraf internasional ini menerima kunjungan silaturahmi sekaligus studi tiru dari rombongan Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Langkat, Sumatera Utara .


Rombongan yang berjumlah 11 orang ini dipimpin langsung oleh Mudir Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Ustadz Ramdani, Lc. Rombongan juga terdiri dari jajaran pimpinan dan tenaga pendidik, yaitu Wadir 1 (Sarpras dan Usaha) Darmono, S.Pd., M.Pd; Wadir 2 bidang Pengasuhan Santri; Wadir 3 bidang Kurikulum sekaligus pendiri, Khairun Amrin Siregar; Calon Kamad MA Alfiansyah, S.Pd., M.Pd; Kamad MTs Syofian, S.S., M.Pd; Bendahara Suliasni; Sekretaris Putri Damayanti; Wakil Kamad MTs Sisi Alfadhilah; serta Wakamad Kurikulum MA Dian Fitriani.


Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, MA, beserta jajaran pengurus. Dalam sambutannya, Dr. Derliana, MA, mengucapkan selamat datang dengan penuh suka cita kepada seluruh rombongan dari Kwala Madu. "Kami sangat terhormat dan bahagia menerima kunjungan dari saudara-saudara kami di Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu.


Kehadiran ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi merupakan wujud nyata dari ukhuwah Muhammadiyah dan semangat berbagi untuk kemajuan pendidikan Islam bersama," ujar Dr. Derliana dalam sambutan pembukaannya. Beliau juga menekankan bahwa pintu Pesantren Kauman selalu terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin belajar dan berbagi pengalaman. "Kami tidak pernah merasa memiliki ilmu secara eksklusif. Justru dengan berbagi, kami semakin terdorong untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas diri," tambahnya.



Setelah sambutan hangat, para tamu diajak menuju ruang mudir untuk memulai rangkaian agenda inti kunjungan.


Kunjungan ini bertujuan untuk mengulik lebih dalam tentang transformasi Pesantren Kauman menuju pesantren bertaraf internasional, serta mempelajari tata kelola pesantren dari berbagai aspek, mulai dari manajemen, pembinaan santri, hingga pengelolaan unit usaha.


Dalam sesi pemaparan yang berlangsung di ruang mudir, Dr. Derliana, MA, secara detail menjelaskan strategi pengembangan yang telah diterapkan. Beliau memaparkan bagaimana pesantren yang kini mengelola sekitar 850 santri dari 20 provinsi dan mancanegara tersebut melakukan transformasi menyeluruh, termasuk penguatan kurikulum internasional dan penguasaan bahasa asing bagi para santri. Pemaparan dari Mudir Pesantren Kauman ini mengundang decak kagum dari para tamu.


Sementara itu, Ustadz Insan Adha Hasibuan selaku Wakil Mudir bidang Pengasuhan memaparkan secara rinci pola pengasuhan santri di asrama. Beliau menjelaskan pendekatan holistik dalam pembinaan karakter santri, termasuk peran penting KL Lazismu dalam mendukung program-program pengasuhan dan pemberdayaan santri.


Setelah sesi pemaparan, agenda dilanjutkan dengan sesi dialog dan diskusi interaktif yang berlangsung dalam suasana hangat dan dinamis. Para tamu dari Kwala Madu menyampaikan berbagai pertanyaan mendalam seputar implementasi tata kelola dan strategi pengembangan yang telah dipaparkan.


Agenda dilanjutkan dengan mengajak rombongan mengelilingi kompleks pesantren untuk melihat secara langsung fasilitas penunjang pendidikan yang dimiliki. Para tamu tampak antusias melihat berbagai sarana dan prasarana yang tersedia.


Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Kauman tanpa menyambangi museum Buya Hamka yang sarat akan nilai historis dan perjuangan. Di museum yang menyimpan berbagai koleksi peninggalan ulama besar tersebut, rombongan diajak untuk menyelami jejak perjuangan dan pemikiran Buya Hamka. Mengunjungi museum ini terasa istimewa, mengingat Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah juga tengah mengembangkan Galeri Buya Hamka sebagai bagian dari penguatan identitas dan nilai-nilai sejarah.


Ustadz Ramdani, Lc, selaku Mudir Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, menyampaikan kesan mendalam saat mengunjungi museum. "Mengunjungi museum Buya Hamka di sini memberikan kami perspektif baru tentang bagaimana nilai-nilai perjuangan dan keilmuan seorang ulama besar dapat diabadikan dan menjadi inspirasi bagi generasi pesantren. Ini menjadi pengingat bagi kami bahwa membangun pesantren tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang menghidupkan semangat dan warisan intelektual para pendahulu," ujarnya dengan penuh haru.


Menanggapi hal itu, Dr. Derliana, MA, turut memberikan tanggapannya dengan penuh semangat. "Kami sangat bersyukur bahwa kunjungan ini membawa kesan mendalam bagi rombongan Kwala Madu, terutama saat berada di museum Buya Hamka. Sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Ramdani, Buya Hamka adalah simbol bahwa seorang ulama tidak hanya berbicara tentang agama dari mimbar, tetapi juga menggerakkan perubahan melalui tulisan, pemikiran, dan keteladanan. Kami di Kauman berusaha menghidupkan kembali semangat itu dengan menjadikan museum ini sebagai pusat pembelajaran karakter dan sejarah bagi santri," ungkap Dr. Derliana.


Beliau juga menambahkan bahwa kunjungan seperti ini menjadi pengingat bagi dirinya dan seluruh keluarga besar Kauman untuk terus menjaga amanah mengelola pesantren dengan integritas dan inovasi. "Saya berharap apa yang kami bagi hari ini dapat menjadi manfaat dan tentu kami juga banyak belajar dari pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan oleh rombongan. Semoga silaturahmi ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi yang lebih nyata ke depannya," tutup Dr. Derliana dengan senyum tulus.


Setelah puas menjelajahi museum, rombongan diajak menikmati hidangan makan siang bersama dalam suasana keakraban.


Selepas makan siang, para tamu diajak melihat unit ekonomi pesantren yang berada di belakang gedung utama. Kunjungan dilanjutkan dengan melihat bak pengelolaan sampah yang dikelola langsung oleh santri dan musyrif sebagai bentuk implementasi kemandirian dan kepedulian lingkungan.


Kegiatan kunjungan studi ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan dan penyerahan cendera mata dari Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang kepada rombongan Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu Langkat.


Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi dan semangat berbagi pengetahuan antar sesama amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. Semoga jalinan silaturahmi dan kolaborasi ini terus berlanjut demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. (TR)*

Posting Komentar

0 Komentar