TANAH DATAR, kiprahkita.com –Kurikulum setiap madrasah, baik negeri maupun swasta, di Kabupaten Tanah Datar kini mulai disesuaikan dengan konsep program prioritas Kementerian Agama. Langkah ini dilakukan melalui kegiatan evaluasi dan pendampingan intensif bagi seluruh Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum (Wakakur) oleh tim pengembang kurikulum madrasah.
Pertemuan bertajuk 'Klinik Kurikulum Madrasah' tersebut berlangsung di Aula Kantor Kemenag Tanah Datar, Jumat (17/7). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kakan Kemenag yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah, Bahrul Fahmi, serta diikuti juga oleh Pengawas Madrasah.
![]() |
| Gelar Klinik Kurikulum bagi Wakakur |
Dalam keterangannya, Ketua Tim Pengembangan Kurikulum, Azizah Rahmy, menekankan bahwa seluruh madrasah harus mengacu pada regulasi terbaru. Fokus utama pengembangan ini terletak pada penerapan Deep Learning (pembelajaran mendalam) serta Kurikulum Berbasis Cinta guna menciptakan suasana belajar yang lebih humanis dan berkarakter Islami.
Proses validasi kurikulum sendiri telah menyentuh berbagai satuan pendidikan, mulai dari 3 MIN, 17 MTsN, dan 4 MAN di sektor negeri. Sementara di sektor swasta, validasi mencakup 4 MIS, 26 MTsS, serta 17 MAS, yang nantinya akan terus dipantau melalui pendampingan berkelanjutan.
"Kemenag berharap setiap madrasah dapat segera mengimplementasikan kurikulum baru ini secara efektif dan terarah," terang Kasi Penmad, Bahrul Fahmi. Memasuki tahun pembelajaran 2026/2027, siswa akan mulai diperkenalkan secara intens dengan integrasi sains dan agama, praktik ekoteologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta digitalisasi.
Melalui forum 'Klinik Kurikulum' ini, para Wakakur diharapkan mampu bertukar ide untuk memajukan kualitas pendidikan di madrasah masing-masing. Penyempurnaan ini menjadi komitmen bersama dalam membentuk generasi yang cerdas, berdaya saing, namun tetap memiliki akhlakul karimah.

0 Komentar