HARAU, kiprahkita.com – Tim Bilingual Kemenag Tanah Datar bersama jajaran Guru Bahasa Inggris MTs yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) melakukan observasi langsung ke Harau Valley English School di Kabupaten 50 Kota, Senin (24/8). Langkah cepat ini diambil oleh Tim Pengembang Mutu Madrasah guna mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dan deep learning ke dalam praktik mengajar di kelas.
Guna mempelajari metode pengajaran yang adaptif dan efektif, rombongan bertolak langsung untuk menyerap sistem pembelajaran dari pelopor Kampung Inggris di Sumatra tersebut. Berdiri sejak 2018, Harau Valley English School telah meluluskan ribuan alumni dari berbagai daerah dan latar belakang melalui metode pembelajaran yang terbukti intensif.
Dalam sesi pemaparan, salah satu mentor Kampung Inggris, Fauzana, menjelaskan bahwa proses pembelajaran diawali dengan pemetaan kemampuan awal para peserta secara komprehensif. "Mula-mula kita lakukan asesmen kepada peserta, seberapa jauh kemampuannya, baik dalam reading, listening, maupun speaking," ujarnya saat menerangkan penyesuaian materi dengan target capaian peserta.
Selama kegiatan berlangsung, para guru dan Tim Bilingual diajak menyegarkan kembali pemahaman grammar basic melalui materi dan post-test serta pengayaan vocabulary lewat permainan interaktif. "Setelah mendapat materi, kita diminta ulang kembali pelajaran atau istilahnya memorizing, bisa dalam bentuk permainan, seperti tadi permainan ABC 5 dasar," tambah Ketua Tim Bilingual, H. Abrar, yang hadir mendampingi Ketua Tim Pengembang Mutu Madrasah, Sisfa Aria.
Di samping pemaparan materi, rombongan juga mengamati langsung kedisiplinan para peserta di area camp yang diwajibkan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris secara penuh setiap saat. Penerapan aturan yang jelas beserta konsekuensinya menjadi kunci utama keberhasilan pembentukan lingkungan berbahasa (language environment) di lembaga tersebut.
Studi observasi ini diharapkan mampu membekali para pendidik untuk merancang metode mengajar yang lebih menyenangkan dan mudah diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. "Kita terus berupaya mengembangkan kurikulum kita, termasuk hari ini, perlu kita ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) di lingkungan madrasah kita," tegas Kasi Pendidikan Madrasah, Bahrul Fahmi, menutup rangkaian peninjauan.*

0 Komentar