PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai penyerahan hadiah Lomba Menulis Esai dalam rangka Mengenang Bulan Mitigasi Bencana yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang. Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika diketahui bahwa salah seorang pemenang merupakan putri dari almarhum wartawan senior, Musriadi Musanif.
Adalah Yola Annisa Sriadiputri, siswi kelas IX MTsN Padang Panjang, yang berhasil meraih Juara 3 dalam lomba tersebut. Yola menyabet penghargaan melalui esai berjudul “Merawat Ingatan, Membangun Ketangguhan: Refleksi Seabad Gempa Padang Panjang.”
![]() |
| AKBP Wisnu Hadi didampingi Ketua PWI menyerahkan Piagam Lomba |
Prestasi Yola semakin terasa istimewa setelah peserta dan tamu undangan mengetahui bahwa dirinya merupakan putri dari almarhum Musriadi Musanif, penulis dan wartawan senior yang pernah mengabdi sebagai wartawan Harian Umum Singgalang serta merupakan bagian dari keluarga besar PWI Kota Padang Panjang.
Kabar tersebut sontak mengundang perhatian dan keharuan di kalangan insan pers yang hadir. Sejumlah tokoh pers memberikan apresiasi secara langsung kepada Yola. Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies, Sekretaris PWI Sumatera Barat Sawir Pribadi, serta Sekretaris Dewan Pers Firdaus turut menyalami dan memberikan ucapan selamat kepada Yola atas prestasi yang diraihnya.
Momen tersebut menjadi semakin bermakna karena Yola seolah meneruskan jejak sang ayah melalui dunia literasi dan kepenulisan. Di usia yang masih belia, ia telah menunjukkan keberanian menuangkan gagasan melalui tulisan dan menjadikannya sebagai sarana untuk merefleksikan sejarah kebencanaan di Kota Padang Panjang.
Dalam lomba tersebut, Yola tidak sendirian mengharumkan nama MTsN Padang Panjang. Rekannya, Durrotul Hikmah, juga berhasil meraih Juara 2 melalui esai berjudul “Satu Abad Gempa Padang Panjang: Menenun Ingatan Membangun Mitigasi.”
Dua prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan literasi yang patut diapresiasi. Mereka tidak hanya mampu menghasilkan karya tulis, tetapi juga mengangkat tema yang memiliki nilai edukasi dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Bagi keluarga besar PWI Kota Padang Panjang, keberhasilan Yola memiliki makna tersendiri. Dunia jurnalistik dan kepenulisan yang dahulu menjadi bagian dari perjalanan Musriadi Musanif kini kembali terlihat melalui karya sang putri.
Tidak sekadar sebuah piala atau penghargaan, capaian Yola menjadi simbol bahwa semangat membaca, menulis, dan menyampaikan gagasan dapat terus tumbuh lintas generasi.
Sementara bagi Yola, apresiasi dari para tokoh pers tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan menulis. Prestasi Juara 3 ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal bagi seorang siswi madrasah untuk terus berkarya dan mengukir prestasi.
![]() |
| Para Pemenang Lomba bersama Walikota PP |
Di tengah suasana penuh kebahagiaan itu, salam hangat dan ucapan selamat dari para tokoh pers kepada Yola menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian pengukuhan PWI Kota Padang Panjang. Sebuah pertemuan antara generasi muda, tradisi literasi, dan jejak pengabdian seorang wartawan senior yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia jurnalistik.
Dari sembilan siswa yang mengikuti lomba tersebut, mereka berdua berhasil meraih prestasi. Salah satunya Yola Annisa Sriadiputri yang meraih Juara 3, sementara Durrotul Hikmah berhasil membawa pulang Juara 2. Prestasi ini semakin membanggakan karena Yola merupakan putri almarhum Musriadi Musanif, wartawan senior Harian Umum Singgalang sekaligus anggota PWI Kota Padang Panjang.
Mengetahui hal tersebut, suasana penyerahan hadiah sempat diwarnai candaan khas para insan pers dalam bahasa Minang. “Lai indak Yus yang mambuek tulisan anak-anak tu?” ujar salah seorang dengan nada bergurau. Candaan itu merujuk kepada Yusriana, S.Pd., guru Bahasa Indonesia MTsN Padang Panjang yang juga merupakan ibunda Yola dan istri almarhum Musriadi Musanif. Suasana pun pecah dalam tawa, terlebih para senior pers tentu mengenal dekat keluarga almarhum.
Namun, di balik candaan tersebut terselip rasa bangga. Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navies, Sekretaris PWI Sumatera Barat Sawir Pribadi, dan Sekretaris Dewan Pers Firdaus turut menyalami Yola dan memberikan ucapan selamat. Momen itu terasa istimewa, seolah mempertemukan kembali dunia literasi keluarga Musriadi Musanif dengan generasi muda yang kini mulai menapaki jejak kepenulisan.*


0 Komentar