Saya merasa bangga menyaksikan pidato Presiden Prabowo Subianto kemarin. Bukan semata karena pidatonya tegas dan penuh keyakinan, tetapi karena di balik kata-kata tersebut terlihat 𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐣𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐢𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧..
Presiden tidak hanya berbicara tentang Indonesia yang besar, tetapi tentang bagaimana Indonesia menjadi 𝐦𝐚𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐝𝐚𝐮𝐥𝐚𝐭: pangan kita kuat, energi kita mandiri, kekayaan alam diolah di dalam negeri, industri nasional diperkuat, pendidikan dan kesehatan dibenahi, serta ekonomi rakyat dan pembangunan desa mendapat perhatian.
Yang membuat saya semakin optimistis adalah keberanian pemerintah melakukan pembenahan terhadap tata kelola negara dan BUMN, memperbaiki efisiensi, serta menutup berbagai ruang kebocoran. Di bidang pangan, pemerintah juga menyampaikan capaian swasembada sejumlah komoditas dalam waktu yang jauh lebih cepat dari target awal.
Program MBG, perbaikan sekolah, penguatan layanan kesehatan, hilirisasi, pembangunan energi terbarukan, hingga penguatan ekonomi desa menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada 𝐩𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐤𝐮𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭.
Bagi saya, yang paling penting dari pidato tersebut adalah keberanian Presiden menetapkan 𝐭𝐚𝐫𝐠𝐞𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐬𝐚𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐤𝐮𝐫 RAPBN 2027 diarahkan pada delapan prioritas nasional, dengan target pertumbuhan ekonomi 6 persen serta penurunan kemiskinan dan pengangguran.
Tentu masih banyak pekerjaan rumah. Dan justru karena itulah capaian hari ini harus terus dikawal, dikritisi dan ditingkatkan. 𝐒𝐚𝐲𝐚 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐩𝐞𝐦𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧, 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐢𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐛𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚, 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐚𝐡𝐢, 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐰𝐚 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐧𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐦𝐚𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢, 𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐝𝐚𝐮𝐥𝐚𝐭.

0 Komentar