Lima Kaum, Humas — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Mahmud Yunus Batusangkar resmi membuka gelaran Festival Pendidikan Agama Islam (PAI) Internasional melalui panggung seminar internasional pada Rabu (9/9). Berlangsung di Auditorium Kampus 2, Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, hadir sebagai salah satu narasumber yang membedah kebijakan serta problematika implementasi pembelajaran PAI di lapangan.
Kegiatan bergengsi ini turut menghadirkan deretan pakar akademisi lintas negara sebagai pemateri utama. Di antaranya Dekan FTIK Ridwal Trisoni, Guru Besar UNP Alfurqan, serta pakar pendidikan dari Universiti Brunei Darussalam, Gamal Abdul Nasir Zakaria.
Dalam paparannya, H. Hendri Pani Dias menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan keagamaan. "Konstitusi kita menghendaki pendidikan nasional yang tidak hanya mengejar akademik, namun juga harus membentuk watak, moral, kecakapan, kemandirian, dan tanggung jawab," ujar Kepala Kantor Kemenag yang hadir bersama Kasi PAIS, Agustamam.
Seminar PAI ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari sivitas akademika kampus, para guru PAI sekolah umum, hingga mahasiswa. Dinamika tantangan anak di ruang keluarga, lingkungan sekolah, pergaulan sosial, hingga ancaman ruang siber menjadi fokus utama pembahasan para praktisi pendidikan yang hadir.
Menghadapi kompleksitas zaman, H. Hendri Pani Dias menggarisbawahi perlunya peningkatkan kapasitas para pendidik di sekolah. "Guru PAI masa kini bukan hanya harus punya kompetensi PAI, namun juga harus menguasai integrasi sains, penguasaan teknologi digital atau AI, serta kemampuan pedagogik berbasis mahabbah," tambahnya. Guru PAI juga dituntut untuk mampu berkolaborasi dan berinovasi, mengembangkan moderasi beragama serta menjadi teladan yang baik bagi siswanya.
Guna menyiasati keterbatasan pelajaran PAI di sekolah umum yang hanya 3 jam pelajaran, mencakup ilmu Al qur'an-Hadis, akidah, akhlak, fikih dan sejarah islam, beliau memberikan solusi taktis melalui metode moving class dan pembelajaran kelompok di luar kelas. Selain itu, optimalisasi lembaga pendidikan nonformal seperti TPA dinilai mampu menjadi penyokong utama dalam memperdalam pemahaman keagamaan siswa.
Seminar internasional ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival PAI yang akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 14 September 2026. Berbagai cabang perlombaan bergengsi siap digelar, mulai dari Cerdas Cermat, Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ), Olimpiade PAI, MTQ Internasional, hingga ajang olahraga Futsal PAI.
Mengusung tema “Global Competitiveness: A New Era of Qur’anic Vision for Islamic Generation”, ajang ini diharapkan memberi wawasan baru bagi dunia pendidikan Islam. Sinergi ini ditargetkan melahirkan generasi muda yang mampu bersaing di kancah global tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an. *

0 Komentar