Batusangkar, Humas — Gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Tanah Datar resmi dimulai. Pembukaan ditandai dengan upacara di MAN 2 Tanah Datar pada Senin (7/9), di mana sebanyak 552 peserta siap bersaing memperebutkan tiket menuju tingkat provinsi. Kompetisi berbasis digital ini berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026, yang diikuti oleh perwakilan madrasah negeri, swasta, hingga sekolah umum.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh peserta lintas jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Tanah Datar. Rincian peserta terdiri dari 32 siswa jenjang MI, 324 siswa jenjang MTs, 179 siswa jenjang MA, serta 17 peserta dari sekolah umum. Seluruh peserta akan diuji ketangkasannya dalam menyelesaikan soal-soal sains dan riset terintegrasi.
Perubahan nama dan konsep ajang ini dijelaskan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar saat memberikan arahan upacara pembukaan. "Sebelumnya bernama KSM, dua tahun terakhir ini namanya OMI dengan tipe soal yang terintegrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)," terang H. Hendri Pani Dias. Ia menambahkan bahwa dalam kompetisi ini peserta tidak hanya dituntut mengingat dan menghafal, melainkan wajib memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) serta merespons soal dengan cepat.
Guna menunjang kelancaran ujian berbasis daring tersebut, panitia telah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang secara matang. Kemenag Tanah Datar menyediakan lima titik lokasi ujian yang dilengkapi perangkat komputer/laptop, serta jaringan internet yang stabil. Tingkat MA/sederajat berlokasi di MAN 2, tingkat MTs/sederajat disebar di MAN 1, MAN 2, MTsN 6, dan MTsN 12, sedangkan tingkat MI/sederajat dipusatkan di MTsN 10.
Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari guna memastikan kesiapan para utusan daerah di panggung kompetisi. "Dalam beberapa pekan terakhir kita intensifkan pendalaman materi peserta di mata pelajaran yang dikompetisikan, kita latih dengan soal-soal integrasi," tambah H. Hendri Pani Dias. Ia menjelaskan bahwa 25 soal bidang sains disusun dengan standar HOTS, sementara bidang riset mengusung cakupan nilai keislaman, pelestarian lingkungan, Sustainable Development Goals (SDGs), hingga transformasi digital.
Sejatinya, OMI diselenggarakan sebagai ruang bagi peserta didik madrasah untuk mengasah potensi, kreativitas, kompetensi akademik, serta semangat berprestasi. Pada tahun ini, OMI 2026 mengusung tema "Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju". Tema ini diharapkan mampu melahirkan generasi terpelajar yang inovatif dan berwawasan lingkungan.
Jajaran Kemenag Tanah Datar menaruh harapan besar agar raihan capaian tahun ini jauh lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Melalui pembinaan yang intensif dan berkala, para duta madrasah ditargetkan mampu menembus babak provinsi hingga melenggang ke tingkat nasional. "Kita optimis meraih hasil terbaik," tegas Kasi Pendidikan Madrasah, Bahrul Fahmi, selaku penanggung jawab kegiatan. *

0 Komentar