PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang terus memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab perkembangan zaman. Tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, pesantren juga mendorong penguatan kemampuan sains, teknologi, dan literasi data.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Minat Bermatematika dan Pembelajaran Kontekstual bagi santri Madrasah Aliyah dan para guru. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Rumus ke Realita: Matematika dan Sains Data di Era Society 5.0”.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FMIPA Universitas Andalas (UNAND) Tahun 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Rombongan PKM FMIPA UNAND Prof. Dr. Susila Bahri dan Sekretaris Departemen Matematika dan Sains Data FMIPA UNAND, Dr. Haripamyu.
Sementara materi pembelajaran disampaikan oleh Dr. Des Welyyanti dan Ikhlas Pratama Sandy, M.Si. Para santri mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana matematika dan sains data dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi berbagai persoalan di dunia nyata.
Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, matematika tidak lagi ditempatkan sebagai sekadar kumpulan rumus yang harus dihafalkan. Santri diajak memahami matematika sebagai alat berpikir, menganalisis persoalan, membaca data, dan menemukan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan Society 5.0, ketika kemampuan mengolah informasi, memahami data, berpikir logis, serta memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang memandang penguasaan ilmu agama dan ilmu pengetahuan tidak harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus kemampuan intelektual.
Melalui kegiatan ini, para santri juga mendapatkan wawasan mengenai berbagai pilihan pendidikan tinggi, khususnya bidang matematika dan sains data. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat membuka cakrawala santri terhadap peluang pendidikan dan profesi yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi.
Pendidikan santri di era modern, dengan demikian, tidak cukup hanya melahirkan generasi yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, kreatif, serta mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab.
Kolaborasi Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dengan FMIPA UNAND melalui program PKM 2026 menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Dengan perpaduan nilai-nilai rabbani, penguasaan sains, teknologi, dan kemampuan membaca data, santri Kauman dipersiapkan menjadi generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan zaman, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil peran dan memimpin masa depan.*

0 Komentar