Porsadin VII Sumbar 2026 Resmi Dibuka, 333 Santri Siap Berkompetisi


PADANG, kiprahkita.com Sebanyak 333 santri dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat ambil bagian dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Ajang yang memadukan olahraga, seni dan nilai-nilai keagamaan tersebut resmi dibuka di Pelataran Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (5/9/2026).


Pembukaan Porsadin VII turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Kehadiran orang nomor dua di Kota Padang tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap kegiatan pembinaan generasi muda melalui pendidikan keagamaan dan aktivitas positif.




Porsadin VII Sumbar tahun ini mempertandingkan 13 cabang olahraga dan seni. Ratusan santri dari berbagai daerah hadir membawa semangat untuk berkompetisi sekaligus mempererat silaturahmi antarsantri di Sumatera Barat.


Maigus Nasir menyampaikan bahwa Porsadin bukan hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga momentum penting dalam mengembangkan bakat dan membentuk karakter generasi muda yang religius.


Menurutnya, aktivitas olahraga dan seni yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan dapat menjadi sarana efektif dalam membangun generasi yang sehat, disiplin, percaya diri dan memiliki akhlak yang baik.


“Porsadin ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan pengalaman, membangun persaudaraan, belajar sportif dan semakin mencintai kegiatan keagamaan,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan seperti Porsadin memiliki relevansi yang kuat dengan upaya Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat pembinaan keagamaan generasi muda melalui Program Unggulan Smart Surau.


Program tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai ruang pembelajaran, pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.


Karena itu, Maigus berharap semangat yang dibangun melalui Porsadin dapat terus berlanjut di lingkungan masing-masing. Santri tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan dalam bidang olahraga dan seni, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki pemahaman agama, karakter kuat dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.


“Generasi muda harus sehat jasmani, kuat secara mental, memiliki prestasi dan yang tidak kalah penting adalah memiliki landasan agama yang kuat. Inilah yang terus kita dorong,” katanya.


Pelaksanaan Porsadin VII Sumbar menjadi momentum bagi para santri untuk menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki. Di sisi lain, ajang ini juga mempertemukan santri dari berbagai daerah dalam suasana kompetisi yang sehat dan penuh persaudaraan.


Dengan 13 cabang yang diperlombakan, Porsadin diharapkan mampu menjadi ruang aktualisasi bagi santri sekaligus mendorong lembaga pendidikan diniyah untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga, seni dan keagamaan.


Pemerintah Kota Padang pun berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan lebih banyak generasi muda yang religius, berkarakter, sehat dan berprestasi, sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.


Porsadin VII Sumbar 2026 akhirnya bukan sekadar arena perebutan prestasi, tetapi juga menjadi panggung untuk meneguhkan bahwa santri mampu tumbuh sebagai generasi yang berilmu, berakhlak, sehat dan siap berkontribusi bagi masa depan Sumatera Barat.


Versi Awal

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri pembukaan Porsadin ke-VII Tingkat Provinsi Sumbar 2026 di Pelataran Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (5/9/2026).

Diikuti 333 santri dari berbagai kabupaten/kota dengan 13 cabang olahraga dan seni, Porsadin menjadi momentum mengembangkan bakat sekaligus membentuk generasi yang religius, berkarakter, sehat, dan berprestasi.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Progul Smart Surau dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan karakter generasi muda di Kota Padang. *

Posting Komentar

0 Komentar