Dari Michael Barnes Menjadi Khallid Shabazz, Perjalanan Perwira Angkatan Darat AS Memeluk Islam


 

WASHINGTON — Perjalanan hidup seorang perwira Angkatan Darat Amerika Serikat, Michael Barnes, menjadi kisah menarik tentang pencarian spiritual yang kemudian mengantarkannya memeluk Islam. Setelah melalui proses panjang mempelajari agama dan mendalami Al-Qur’an, Barnes akhirnya memilih menjadi seorang Muslim dan kemudian mengabdikan dirinya untuk melayani komunitas Muslim di lingkungan militer Amerika Serikat.


Ketertarikannya terhadap Islam bermula ketika ia berdiskusi dengan seorang prajurit Muslim mengenai agama. Percakapan tersebut mendorong Barnes untuk mempelajari Islam secara lebih serius. Ia kemudian membaca Al-Qur’an dan berbagai literatur mengenai Islam untuk memahami keyakinan tersebut secara lebih mendalam.




Dalam perjalanan tersebut, Barnes yang kemudian dikenal dengan nama Khallid Shabazz, menemukan berbagai hal yang menarik perhatiannya dalam Islam. Ia mempelajari ajaran tentang keesaan Tuhan, kehidupan beragama, tanggung jawab sosial, serta pentingnya amal dan kepedulian terhadap sesama. Proses belajar itu berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya ia memutuskan memeluk Islam pada 1995.


Setelah menjadi Muslim, perjalanan hidup Shabazz tidak berhenti pada perubahan keyakinan pribadi. Ia kemudian menempuh pendidikan dan pelatihan untuk menjadi Muslim chaplain atau pendeta militer yang memberikan pelayanan keagamaan kepada personel Muslim di lingkungan Angkatan Darat AS.


Dalam kapasitas tersebut, Shabazz membantu anggota militer Muslim menjalankan ibadah dan memenuhi kebutuhan keagamaan mereka selama menjalankan tugas. Perannya juga mencerminkan keberadaan komunitas Muslim dalam institusi militer Amerika Serikat yang memiliki personel dengan latar belakang agama yang beragam.


Pada 2017, Shabazz mencatat sejarah ketika dipercaya menjadi Muslim chaplain tingkat divisi pertama dalam sejarah Angkatan Darat AS. Penugasan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya, dari seorang prajurit yang awalnya mempelajari Islam karena rasa ingin tahu menjadi seorang tokoh yang memberikan pelayanan keagamaan bagi sesama personel Muslim.


Kisah Michael Barnes atau Khallid Shabazz menunjukkan bahwa perjalanan seseorang dalam memahami agama dapat berlangsung melalui proses belajar, dialog, dan refleksi pribadi. Namun, klaim bahwa keputusan masuk Islam semata-mata didasarkan pada keyakinannya bahwa Al-Qur’an “bebas dari kesalahan” perlu disampaikan secara hati-hati karena pernyataan tersebut belum terkonfirmasi secara jelas dalam sumber resmi yang mendokumentasikan perjalanan hidupnya.


Yang terdokumentasi dengan kuat adalah bahwa pembelajaran mengenai Islam dan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual Shabazz, hingga akhirnya ia memilih menjadi Muslim dan kemudian mengabdikan dirinya sebagai chaplain bagi personel Muslim di Angkatan Darat Amerika Serikat.Perjalanan Seorang Perwira Angkatan Darat AS Menuju Islam Michael Barnes, seorang perwira Angkatan Darat AS, digambarkan telah memeluk Islam setelah perjalanan pribadi mempelajari agama dan mencari kebenaran spiritual.


Menurut catatan kisahnya, studinya tentang Al-Qur'an memainkan peran penting dalam keputusannya untuk menjadi Muslim. Ia dilaporkan percaya bahwa Al-Qur'an terpelihara secara unik dan bebas dari kesalahan.


Perjalanannya akhirnya membawanya untuk melayani sebagai seorang pendeta Muslim, mendukung anggota militer Muslim dan membantu mereka menjalankan keyakinan mereka saat bertugas di militer AS.


Kisahnya dibagikan sebagai contoh bagaimana studi dan refleksi pribadi dapat membawa seseorang kepada Islam.*

Posting Komentar

0 Komentar