Polongan Tersumbat Lumpur dan Sampah, Banjir Genangi Jalan hingga Sawah di Agam

KABUPATEN AGAM, kiprahkita.com –Hujan deras memicu luapan air yang menggenangi badan jalan, permukiman warga, dan lahan pertanian di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Minggu (1/11/2026) siang. Tumpukan lumpur dan sampah yang menyumbat polongan atau saluran air menyebabkan aliran tidak berjalan lancar.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.50 WIB akibat hujan berintensitas tinggi.




“ Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan polongan tersumbat oleh lumpur dan sampah. Air tidak bisa mengalir lancar, lalu meluap ke jalan, permukiman, dan lahan pertanian warga,” kata Abdul Ghafur.


Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Agam menerima informasi awal dari pemerintah nagari pada pukul 14.15 WIB. Laporan resmi kemudian disampaikan pada pukul 14.35 WIB.


Genangan Meluas ke Tiga Area

Luapan air berdampak pada tiga area, yakni badan jalan, kawasan permukiman, dan lahan pertanian. Namun, hingga laporan diterima BPBD Agam, belum ada perincian mengenai jumlah rumah yang terdampak maupun luas lahan pertanian yang tergenang.


Setelah menerima laporan, BPBD Agam berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari. Petugas juga melakukan asesmen serta pendataan untuk mengetahui dampak kejadian di lapangan.


Warga setempat turut bergotong royong membersihkan polongan yang tersumbat lumpur dan sampah. Upaya tersebut membuat aliran air kembali lancar dan genangan berangsur surut.


Air Surut, Pembersihan Lumpur Dilanjutkan

Meski air telah surut, sisa lumpur masih menutupi sebagian badan jalan. Material tersebut perlu dibersihkan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan.


Menurut Abdul Ghafur, Pemerintah Nagari Padang Laweh telah berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Agam untuk membantu membersihkan sisa lumpur.


BPBD Agam terus berkoordinasi dengan unsur pemerintah setempat dan melakukan pendataan dampak kejadian. Penanganan selanjutnya difokuskan pada pembersihan sisa material serta pemulihan kondisi lingkungan di lokasi terdampak.*

Posting Komentar

0 Komentar