Polisi Gagalkan Upaya Selundupkan Enam Wanita ke Malaysia - Kiprah Kita | Nuansa Baru

Breaking News

close

Senin, 13 November 2023

Polisi Gagalkan Upaya Selundupkan Enam Wanita ke Malaysia

TERBANGGI BESAR, kiprahkita.com - Polisi berhasil menyelamatkan enam wanita dari upaya penyelundupan ke Malaysia. Mereka rencananya akan dijadikan pembantu rumah tangga.

tribratanews.polri.go.id
Sementara itu dari Depok dikabarkan, seorang ibu ditangkap polisi karena tega 'menjual' putrinya kepada lelaki hidung belang asal Mesir.


Upaya penyelundupan enam wanita ke Malaysia, berhasil diungkap jajaran Polda Lampung di sebuah rumah dalam kawasan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Keenam wanita itu berinisial TS (33), A (33), FA (39), AW (39),R (39) dan NY (35).


"Ada enam orang wanita yang diduga calon pekerja migran Indonesia (PMI) berhasil diselamatkan," jelas Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Umi Fadilah Astutik, sebagaimana diberitakan laman resmi tribratanews.polri.go.id, diakses dan dikutip pada Senin (13/11) malam.


Menurut Umi, pengungkapan kasus ini bermula dari aktivitas mencurigakan di sebuah rumah, diduga dijadikan tempat penampungan sementara, menjelang para perempuan itu diberangkatkan melalui jalur ilegal ke Malaysia.


Warga yang curiga lalu melaporkannya ke polisi. Tim dari Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda Lampung pun langsung mendatangi lokasi, dan berhasil membawa enam orang peempuan.


Selain mengamankan para korban, polisi juga menetapkan satu orang sebagai tersangka berinisial IPS (39). Dalam aksinya, tersangka menawarkan para korban untuk bekerja di Malaysia sebagai ART, dengan dijanjikan mendapat gaji sebesar 1.500 Ringgit atau Rp5 juta rupiah.


DEPOK

Sementara itu, masih menurut laman TBNews, seorang ibu di Depok atas nama RAD (41), tega menjual anak perempuannya seharga Rp3  juta untuk melayani nafsu lelaki asal Mesir, karena terjerat pinjaman online (Pinjol), sehingga membujuk anaknya agar berhubungan badan dengan T.


"Menurut pengakuannya, RAD terjerat pinjol. Jadi bujuk anaknya dengan dalih membantu orangtua," jelas Kasatreskrim Polres Metro Depok Kompol Hadi Kristanto.


Menurut polisi, RAD memaksa korban melayani pelaku T, lalu pelaku RAD keluar kamar dan tinggallah korban bersama pelaku T.


Tante dan paman korban tak terima atas perlakuan terhadap ponakannya itu, lalu melaporkannya ke polisi. Tak butuh waktu lama, polisi pun berhasil menangkap pelaku, termasuk lelaki T itu.(*/mus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar